Senin, 28 November 2022

Satya -Dharma

*Mutiara Weda*
11/11/2022

*Satya - Dharma*

*Umat Se-dharma*, Dalam susastra Hindu  ada menyebutkan  :  *Satyam nasti paro dharmo, Nanrtam patakam param* : tidak ada *Dharma*   kewajiban suci yang lebih tinggi dari kebenaran  *Satya*,  tidak ada dosa yang lebih rendah dari Dusta. Dimana ada *Satya* disana pasti ada *Dharma*,  Kebenaran dan Kebajikan tidak dapat dipisahkan serta selalu  berdampingan  *Satya-Dharma*

Hilang & lenyapnya  kedamaian dan keharmonisan dalam kehidupan umat  manusia akibat diabaikannya kebenaran / *satya* dan kebajikan / *Dharma*.

*Oleh karena itu*, sebagai umat Hindu  dimanapun berada dan dalam kondisi apapun  untuk  selalu *sadar* dan memegang teguh ajaran Dharma dalam kesehariannya, mengingat ; dari Dharma datangnya sukses, dari Dharma  pula datangnya bahagia, dengan Dharma memberikan segalanya dan Dharma adalah Inti sari dunia. *Niscaya*,  kebahagiaan lahir maupun bathin, *manah santih* maupun  *Parama santih*, Jagadhita dan Kamoksan atau *Catur Purusa Artha* akan dapat diwujudkan.
(Slokantara 2.6)

*Made Worda Negara*
BINROH  Hindu TNI AU.

Pinandita Sanggraha Nusantara
Daerah Istimewa Yogyakarta



Karakter Jaman Kaliyuga

*Mutiara Weda*
12/11/2022

*Karakter Jaman Kaliyuga*

*Umat Sedharma*, jika di lihat dinamika kehidupan saat ini , Artha , Uang ataupun kekayaan seolah olah menjadi  satu satunya tujuan hidup dan  segala galanya bagi kehidupan,   Gemerlapan  Artha  dan tumpukan   kekayaan yang menggunung  masih terasa menjadi priotas utama yang  menyilaukan dan sangat sangat dihargai di jaman ini oleh  sebagian umat manusia , begitu juga halnya dengan   orang orang pandai   cenderung mengabdi pada orang kaya, disisi lain dikalangan anak anak dan generasi muda memiliki  kebiasaan  untuk melakukan penipuan  serta mengumpat  para  orang  tuanya, seolah olah Dunia terasa  kehilangan akan kesuciannya.

Jika kita amati dalam keseharian   orang yang suka berderma justru   jatuh miskin,  begitu pula para penjahat mendapatkan  umur yang panjang  akan tetapi orang baik cenderung  lekas mati, tingkah laku orang  hina dianggap mulia, demikian sebaliknya  orang bodoh dianggap bijaksana serta  orang  berbudhi  rendah dianggap mulia. Inilah beberapa karkater   dari Jaman Kali yuga yang wajib diwaspadai.

*Oleh karena itu*, sebagai umat Hindu  untuk selalu  mewaspadai kecenderungan  kecenderungan dari pengaruh   jaman Kalisengara  yang membawa  berbagai  macam cobaan dan godaan  lahir maupun godaan bathin dengan memantapkan kembali  tatanan  kehidupan   beragama yang benar  dengan mengimplementasikan nilai nilai Tapa, brata , yoga dan samadhi dalam keseharian  serta selalu meyasa Kerthi. Niscaya akan dapat terhindar dari pengaruh jaman  menuju kebahagiaan sekala maupun Niskala nantinya.
(Slokantara, 81. 65)

*Made Worda Negara*
BINROH  Hindu TNI AU.

Pinandita Sanggraha Nusantara
Daerah Istimewa Yogyakarta

Tanmrsavada

*Mutiara Weda*
13 /11/ 2022

*Tanmrsavada*

*Umat Sedharma*, Jika kita renungkan  Pepohonan yang ditebang dan dipangkas pasti akan bisa tumbuh segar  kembali, tapi sangat berbeda halnya  dengan  *Perkataan*. Jika Perkataan  mengandung niatan   jahat tiada bedanya dengan anak panah setiap orang yang Kena pasti  akan merasakan sakit yang teramat dalam.  

Sesungguhnya *Perkataan*  itu jika maksudnya baik dan secara baik pula diucapkannya hanyalah kesenangan yang ditimbulkannya, Demikian pula sebaliknya manakala perkataan itu   tidak disampaikan secara baik baik  akan menimbulkan  duhka yang sangat Dalam *Pamuhara Lara*

*Oleh karena itu*, Marilah sebagai umat Hindu  untuk selalu belajar bertutur kata yang sopan & santun,  baik serta benar *Wacika Parisudha*  dengan meninggalkan kebiasaan berkata kata  kasar,  suka mendusta,   memfitnah *tanmrsavada* serta  berhenti  memikirkan kejahatan terhadap orang lain  dengan berjanji pada sang Diri untuk selalu memegang ajaran  kebenaran *Dharmika* serta mengendalikan  indrya *Tapah Manasa*.  Niscaya umat Hindu akan mendapatkan ketenangan dan Kedamaian lahir maupun bathin dalam  menjalankan proses samsara  menuju kebahagiaan Sekala maupun Niskala Nantinya.
(SS. 117-127)

*Made Worda Negara*
BINROH  Hindu TNI AU.

Pinandita Sanggraha Nusantara
Daerah Istimewa Yogyakarta

Tiga Barang Berharga dlm Hidup

*Mutiara Weda*
14/11/2022

*Tiga Barang Berharga dlm Hidup*

*Umat sedharma*, Merampas ataupun  mencuri milik  orang lain Korupsi  dengan kekuatan tipudaya  yang digunakan sebenarnya  bukanlah jumlah  dari  nilai  barang  yang dicuri atau dirampasnya  yang terpenting  melainkan   Dharma, artha dan Kamanya itulah yang  turut terampas oleh perbuatannya.

Sesungguhnya  ada tiga barang yang paling berharga dalam kehidupan ini  antara lain ; sifat tidak menyakiti orang lain, tidak  suka  memfitnah atau berkianat dan   berkata kata  yang jujur &  benar.

*Oleh karena itu*, sebagai umat Hindu untuk selalu  memegang teguh ajaran Astenya yang  mengajarkan manusia agar selalu *jujur*
tidak suka mengambil hak milik orang lain, tidak mencuri ataupun  korupsi yang bertentangan dengan nilai nilai Dharma.  *Niscaya*,  hidup akan menjadi bahagia tidak ada praduga maupun prangka   ibaratkan seekor kijang atau seekor binatang liar yang masuk kedalam desa akan penuh praduga dan prasangka.
(SS.149-152)

*Made Worda Negara*
BINROH  Hindu TNI AU.

Pinandita Sanggraha Nusantara
Daerah Istimewa Yogyakarta

Membangun kesadaran spiritual

*Mutiara Weda*
15 /11/2022

*Membangun Kesadaran Spiritual*

*Umat Sedharma*, Pikiran yang bulat dan terpusat memudahkan dalam menyatukan akan pemahaman terhadap sesuatu,  akan tetapi  manakala pikiran  bercabang  cabang dapat dipastikan akan  meninbulkan pikiran  yang dualisme, keragu raguan serta  ketidakteguhan akan pikiran.

Memusatkan pikiran pada kerja,  tugas dan kewajiban serta tetap teguh  baik dalam keberhasilan maupun di saat dalam  kegagalan sehingga nantinya tidak goyah serta  mampu  bersikap Netral pada apa yang didengar dan apa yang akan didengar.

*Oleh karena itu*, pusatkan selalu pikiran pada kemahakuasaan Hyang Widhi dengan bekerja tanpa mengharapkan hasil semata mata dari perbuatan  sebagai motifnya,  dengan  jalan mensinergiskan unsur unsur Triguna dalam diri. *Niscaya* akan dapat mencapai *kesadaran spiritual*   menuju kesadaran Tuhan *samadhi*  serta  merealisasikan  sang Diri *Yoga* dalam mencapai kebahagiaan sejati nantinya.
(BG II.43-53)

*Made Worda Negara*
BINROH  Hindu TNI AU.

Pinandita Sanggraha Nusantara
Daerah Istimewa Yogyakarta

Nirlobha

*Mutiara Weda*
16/11 /2022

*Nirlobha*

*Umat Se-dharma*,
Sifat Lobha  merupakan salah satu dari enam musuh yang ada dalam diri setiap umat manusia  *Sad Ripu* .  Setiap  manusia sudah  semestinya   berpikir terhadap   kekayaan dan cara memperolehnya  dengan menunjukkan sikap bijak, hormat dan santun  kepada-Nya dengan  berlandaskan  pada ajaran  Dharma.

Jika direnungkan  sifat  “Lobha” juga  memiliki  dampak,  baik yang  bersifat  positif maupun negatif terhadap diri sendiri serta  orang lain. Lobha yang berdampak negatif sudah dimasuki unsur  rajas dan tamas dan tak terkendali  yang dapat  merugikan diri sendiri maupun orang lain.

*Oleh karena itu*, sudah menjadi kewajiban bagi setiap umat Hindu  dalam membangun kedamaian dan keharmonisan menuju kebahagiaan lahir maupun bathin , sekala maupun niskala dengan  mengendalikan  sifat siafat rakus menuju Ketidakrakusan  *Nirlobha*  dengan menggunakan  Wiweka serta  di landasi  unsur Satwika . Niscaya akan dapat tercapainya Tujuan hidup yaitu Catur Purusa Artha.
(Reg Veda. 10.31.2)

*Made Worda Negara*
BINROH  Hindu TNI AU.

Pinandita Sanggraha Nusantara
Daerah Istimewa Yogyakarta


Amratistha Pavana

*Mutiara Weda*
17 / 11 /2022

*Amratistha Pavana*

*Umat Se-dharma*,  Dalam menerapkan Konsep Tri Hita Karana  umat Hindu  tidak bisa lepas dari proses *Amratistha Pavana*  yaitu  menjaga kelestarian dan kebersihan alam  semesta  *Bhuana Agung & Bhuana Alit* serta  dalam  mengembangkan  kehidupan,  menjaga alam semesta beserta  isinya secara serasi dan seimbang   dengan menjalankan  *Sad Pertivi Daryante*.

Sad Pertivi Daryante merupakan enam hal yang wajib dilakukan oleh umat Hindu dalam menjaga tetap tegaknya kelestarian alam semesta atau ibu pertiwi antara lain :

*Satya* : Unsur kebenaran

*Rta* : hukum Tuhan yang bersifat kekal abadi.

*Tapa* : Pengendalian diri lahir dan bathin serta pengekangan diri.

*Diksa* : Kesempurnaan.

*Brahma* : Penciptaan / Utpeti

*Yadnya* : suatu kewajiban suci yang wajib dilaksanakan oleh seluruh  umat Hindu.

*Oleh karena itu*, sebagai umat Hindu sudah menjadi   kewajiban untuk melaksanakan keenam sad Pertivi Daryante tersebut dalam menjaga kelestarian dan kebersihan alam *Amratistha Pavana* serta menjaga kelesatarian makhluk hidup *Sarva prani*. Niscaya hidup yang Damai,  harmonis, rukun dan tentram  yang berlandaskan Tri Hita Karana akan terwujud.
(Atharva Veda XII.1.1)

*Made Worda Negara*
BINROH  Hindu TNI AU.