Senin, 30 Januari 2017

Puasa mendekatkan diri pada Tuhan

*Mutiara Weda*
31/01/17

*Puasa: Mendekatkan diri Pada Hyang Maha Kuasa*

Setiap umat manusia harus menyadari bahwa  Puasa merupakan suatu kewajiban  agama dalam kitab suci Weda.  Hakekat Puasa   adalah  mendekatkan diri pada sang maha Pencipta. Puasa tidak hanya sekedar menahan haus dan lapar, bukan pula   untuk menghapus dosa dan janji  janji surgawinya melainkan pengendalian  nafsu / Indria *Dasa Indrya*

Mengendalikan nafsu atau  Indria haruslah berada dibawah kesempurnaan pikiran, dan dari kesempurnaan  pikiran akan berada dibawah kesadaran budhi, Jika pikiran dalam kesadaran  Budhi secara otomatis   dekat dengan kesucian, niscaya akan dekat  pula dengan Sang Maha Pencipta/ Tuhan Yang Maha Esa.

Untuk itu, setiap umat manusia harus mampu  mengendalikan diri lahir & bathin dengan jalan mengendalikan   penyebab bimbang  & ragu ragunya  pikiran  *Asta Devi* dan melaksanakan  kewajiban pensucian bathin  *Asta Lingga*,  sehingga pikiran ada dalam kesempurnaan / kesadaran Budhi. ( Veda Smrtih)
_Astungkara swaha_

*Made Worda Negara*

Puasa : Mendekatkan diri Pd Hyang Maha kuasa

*Mutiara Weda*
31/01/17

*Puasa: Mendekatkan diri Pada Hyang Maha Kuasa*

Setiap umat manusia harus menyadari bahwa  Puasa merupakan suatu kewajiban  agama dalam kitab suci Weda.  Hakekat Puasa   adalah  mendekatkan diri pada sang maha Pencipta. Puasa tidak hanya sekedar menahan haus dan lapar, bukan pula   untuk menghapus dosa dan janji  janji surgawinya melainkan pengendalian  nafsu / Indria *Dasa Indrya*

Mengendalikan nafsu atau  Indria haruslah berada dibawah kesempurnaan pikiran, dan dari kesempurnaan  pikiran akan berada dibawah kesadaran budhi, Jika pikiran dalam kesadaran  Budhi secara otomatis   dekat dengan kesucian, niscaya akan dekat  pula dengan Sang Maha Pencipta/ Tuhan Yang Maha Esa.

Untuk itu, setiap umat manusia harus mampu  mengendalikan diri lahir & bathin dengan jalan mengendalikan   penyebab bimbang  & ragu ragunya  pikiran  *Asta Devi* dan melaksanakan  kewajiban pensucian bathin  *Asta Lingga*,  sehingga pikiran ada dalam kesempurnaan / kesadaran Budhi. ( Veda Smrtih)
_Astungkara swaha_

*Made Worda Negara*
Pesantian Widya Sabha
Sasmitha-Yogyakarta

Minggu, 29 Januari 2017

Guna Artha

*Mutiara Weda*
30/01/17

*Guna Artha*

Setiap umat manusia haruslah menyadari bahwa, Seindah apa pun bunga yg ada di dalam sebuah taman, dalam kurun waktu tertentu ia pasti juga akan layu. Demikian juga halnya dengan umat manusia,  Sehebat apapun pencapaian material seseorang di dunia ini dia juga memiliki batas  waktu untuk memiliki & menggunakannya.

Untuk itu, sebagai umat manusia harus memahami akan guna dari Artha tersebut dan jangan pernah mengijinkan kekayaan yang besar membuat *EGO* juga menjadi besar yg dapat membawa kehancuran dan malapetaka bagi si pemiliknya,  gunakan Artha itu sesuai dgn tuntunan kitab suci Weda .

Guna  Artha ;  *Artha rikasidhaning  Dharma*/menjalankan Dharma/ meyadnya, *Artha rikasidhaning kama*/memenuhi keinginan dan *Artha rikasidaning Artha*/ untuk kesejahtraan. niscaya akan mengerti  arti dan Guna dari Artha yg sebenarnya,  sehingga  terhindar dari malapetaka. (Kitab Slokantara)
Astungkara swaha

*Made Worda Negara*

Sabtu, 28 Januari 2017

Bangun Kesadaran sejati

*Mutiara Weda*
29/01/17

*Bangun Kesadaran Sejati*

Setiap umat manusia haruslah menyadari  bahwa, sangatlah tidak mungkin  pohon yg  besar itu tumbuh  tanpa ada benihnya.
Begitu pula dalam kehidupan Manusia, sangatlah   mustahil   orang bisa memaafkan orang lain secara sempurna  manakala dia belum bisa memaafkan dirinya sendiri

Maka dari  itu, Bangunlah  kesadaran sejati  dan jati diri yg sebenarnya  serta belajar  *memahami  diri* serta melatih *kesabaran* dgn landasan tutur kata yg santun *Pryavacana* .

Jadikan kesalahan di masa  lalu sebagai suatu pengalaman hidup yg sangat berarti untuk menjadi lebih baik,  perbaiki terus langkah-langkah ke depan,  bangun kedamaian dalam hati. Niscaya kehidupan yg *Satyam*, *Siwam* dan *Sundaram*  akan terwujud. (Wrhaspati Tattwa & SS.92-95)
Astungkara  swaha

*Made Worda Negara*
Widya Sabha Sasmitha-yogyakarta

Jumat, 27 Januari 2017

Hidup adalah Belajar

*Mutiara Weda* 
28/01/2017

*Hidup  adalah Belajar*

Setiap umat manusia harus menyadari bahwa  Hakekat hidup kita menjelma menjadi  manusia ke dunia ini adalah  *Belajar*

Belajar untuk membenahi diri walaupun dalam kondisi  teramat berat, Belajar  untuk Mensyukuri walaupun   tidak rela.  Belajar sabar walaupun  di caci dan diimaki dan belajar  memberikan doa & restu.

  Untuk itu,  sebagi umat manusia dalam mengarungi kehidupan yg penuh dengan dinamika , untuk  selalu bersyukur , berlapang dada *Lascarya* dan berpasrah kepada Sang Maha  Pencipta  *Bhakti*  dengan jalan membangkitkan   tingkat spiritual pada jati diri masing masing dengan landasan *Dharma* niscaya akan menemukan arti hidup yang sebenarnya dan terhindar dari malapetaka
(Ramayana , SS. 1-2)
Astungkara  Swaha

*Made Worda Negara*
Widya Sabha Sasmitha-yogyakarta

Kamis, 26 Januari 2017

Pencapaian Spiritual

*Mutiara Weda*
26/01/17

*Pencapaian Spiritual*

Setiap umat manusia harus memahami  bahwa,  pada jaman kali yuga ini,  manusia dihadapkan dengan berbagai cobaan dan tantangan hidup yang demikian komplek, manusia dituntut tidak hanya memiliki pengetahuan spiritual tapi harus mampu mengolah pengetahuan spiritual menjadi pencapaian spiritual.

Untuk itu, sebagai umat manusia  yg berada  di tengah Lingkungan yang penuh berisi  kebencian dan kemarahan, melakukan pencapaian spiritual sebagai suatu hal yang tidak bisa di tawar tawar lagi, dengan memantapkan *Tapa* dan  *Yase Kerti* sehingga terwujudnya pencapaian spiritual yang paling dasar berupa *kesabaran*.
(Roga Sengara Bhumi)
Astungkara Swaha

RAHAJENG HARI SUCI SIwARATRI...

*Made Worda Negara*
Widya Sabha Sasmita

Selasa, 24 Januari 2017

Hidup Ibarat Roda Pedati

*Mutiara Weda*
25/01/2017

*Hidup ibarat Roda Pedati*

Setiap umat manusia haruslah memahami bahwa, hidup  menjelma menjadi manusia  ibarat  seperti  *roda pedati* yang selalu berputar putar, terkadang diatas dan terkadang pula dibawah, demikian juga halnya dalam kehidupan ini suka dan duka silih berganti, penuh dengan dinamika hidup yg diselimuti  berbagai nafsu / keinginan .

Untuk itu, sebagai umat manusia  haruslah bisa bersifat sabar dan janganlah  lekas  berputus asa manakala menghadapi persoalan hidup  dan kendalikan akal  serta pikiran mengingat pikiran  adalah sumbernya  nafsu.( SS.80)
Astungkara Swaha

*RAHAJENG HARI SUCI PAGERWESI*

*Made Wordha Negara*
Widya Sabha Sasmitha- Yogyakarta