Senin, 28 November 2022

Niskama Karma

*Mutiara Weda*
29/ 10 /2022

*Niskama Karma*

Umat se-dharma,  ajaran Bhakti merupakan puncak dari  ajaran  karma dan jnana marga. Segala pengetahuan tidak akan ada gunanya tanpa dilaksanakannya Karma karena harus dilaksanakan dengan *Niskama Karma*.

*Niskama Karma*  merupakan perbuatan yang dilakukan secara tulus atau lascarya  dengan tanpa Pamerih.. Begitu pula  Bhakti merupakan  muara dari ajaran Jnana  marga dan Karma marga.

*Oleh karena itu*, sebagai umat Hindu mantapkan kualitas Bhakti dengan memegang teguh ajaran *Nava Veda Bhakti*, melalui pemahaman dan  pengamalan terhadap  isi kitab suci Weda *Wandanam* secara benar. Niscaya umat Hindu akan dapat mengimplementasikan ajaran Weda dengan Baik menuju kualitas   Bhakta.
(Bhagawata Purana.VII.5.23)

*Made Worda Negara*
BINROH  Hindu TNI AU.

Pura Vaikuntha Vyomantara Lanud Adi'S -Yogyakarta .

Krtaghna

*Mutiara Weda*
30/ 10 /2022

*Krtaghna*

*Umat se-dharma*, Mengucapkan rasa angayubagya,  bersyukur atau mengucapkan rasa terimakasih  terhadap jasa dan budhi baik orang merupkan suatu  kewajiban,  manakala  orang yang  tidak pernah mengucapkan  rasa terimakasih atas kebaikan orang lain di sebut  *Krtaghna*  merupakan dosa besar dan tidak ada obatnya.  Sesungguhnya Hidup menjelma menjadi manusia ibaratkan Roda pedati yang selalu berputar putar, silih berganti,  suka maupun duka, tak satupun manusia mampu menahan dan merubah Kuasa Tuhan.

Rasa Suka  maupun  Duka  akan selalu berdampingan dan datangnyapun silih berganti  begitu juga Kebahagiaan  yang dianugerahkan-Nya itupun tidak bisa diukur dari seberapa banyak yang dimilikinya, melainkan seberapa rasa angayubagya dan rasa syukhur  yang bisa diungkapkannya .

*Oleh karena itu*, sebagai umat Hindu  untuk selalu Mangayubagya dan memanjatkan rasa syukur serta berterimakasih  kehadapan Ida SangHyang Widhi Wasa apapun yang dianugerahkan-Nya  dan jangan pernah untuk tidak tahu berterimakasih *Krtaghna*,  begitu pula beliaulah yang mengatur alam semesta beserta isinya   *ya nah pita janita yo nidhata dhanani Vedo bhuvanani Vistha*. Niscaya umat se dharma akan menemukan hakekat dari  kebahagiaan itu sendiri.
(Kitab Slokantara, 84.76.hal. 297 & SS. 322)

*Made Worda Negara*
BINROH  Hindu TNI AU.

Pinandita Sanggraha Nusantara
Daerah Istimewa Yogyakarta

Sevaka Dharma

*Mutiara Weda*
31/10/2022

*Sevaka Dharma*

*Umat Se-dharma*,-Jika kita renung  renungkan dalam sebuah pelayanan atau *Seva* yang dilakukan atas dasar Rasionalitas maka disana akan ada  terselip motivasi pamerih dan penuh harap sebagai suatu tindakan yang tidak relevan dengan Ajaran kerja tanpa pamerih/ Lascarya dalam agama Hindu.

Umat Hindu dalam melakukan pelayanan yang maksimal *Sevaka Dharma* dengan menempatkan ketulusan / Lascarya sebagai nilai dasar tatkala akan menjalankan  tiga aspek  kehidupan yaitu : *Melayani /Seva* ,  dalam Membina pemberdayaan umat se-dharma *sarva abhisamdaka* serta *membimbing* umat se-dharma  menuju Moksartham -Jagadhita.

*Oleh karena itu*,  sudah menjadi kewajiban bagi setiap umat Hindu dalam memaknai nilai  ketulusan atau Lascarya  sebagai suatu tindakan kerja tanpa Pamerih dan tanpa motivasi yang berlebihan terhadap hasil kerja.  Niscaya  Melalui Pengabdian akan memperoleh Kesucian, dengan Kesucian akan mendapatkan kemuliaan, dengan kemuliaan akan mendapatkan kehormatan dan dengan kehormatan pula akan memperoleh kebenaran *Satyam*, *Sivam*  &  *Sundaram*
(Yajur Veda.19.30)

*Made Worda Negara*
BINROH  Hindu TNI AU.

Pinandita Sanggraha Nusantara
Daerah Istimewa Yogyakarta



Meyasa Kerti

*Mutiara Weda*
01/11/2022

*M e y a s a   k e r t i*

*Umat Sedharma*, Orang yang memiliki kualitas tingkatan kerohanian *Samyagjnana* dan memahami  akan berbagai pengetahuan suci  *Vruh ring Sarva Jnana* tidak akan pernah menghiraukan  akan  niat  niat jahat   serta berbagai tipu muslihat dari orang yang berhati jahat.

Jika direnungkan sesungguhnya sumber kejahatan itu sebenarnya  terletak pada hati  nurani  manusia  *rihati ya tonggwanya tan Madoh riawak* yang perlu diwaspadai dengan kesadaran  prilaku yang bijak atau *Meyasakerti*

*Oleh karena itu*, sebagi umat Hindu bangun selalu prilaku budhi luhur dengan landasan ajaran etika dengan jalan menjauhkan diri dari unsur balas dendam *Dwesa*  dengan berkeyakinan bahwa setiap niat jahat dan kotor akan mendapatkan penderitaan, papa atau *Upeksa* , Niscaya akan dapat terbangunnya umat  Hindu yang damai  dan rukun, bahagia secara sekala maupun niskala nantinya.
(kitab slokantara, 7. hal.26)

*Made Worda Negara*
BINROH  Hindu TNI AU.

Pinandita Sanggraha Nusantara
Daerah Istimewa Yogyakarta

Preya & Sreya

*Mutiara Weda*
02/11/2022

*Preya & Sreya dalam agama  Hindu*

*Umat Sedharma*,ajaran  *Yama*  & *Nyama*  merupakan landasan yang paling mendasar  bagi umat Hindu dalam membentuk serta  meningkatkan kualitas rohani  guna menyerap ajaran *Atma Vidya* dan merupakan ilmu dari segala ilmu dalam pendakian ajaran kerohanian atau Kedyatmikan.

Dalam ajaran Ethika Hindu membagi  proses pencapaian kehidupan  kerohanian dalam dua katagori yaitu *Preya* dan *Sreya*.
*Preya*,   segala yang menyenangkan dan sangat menarik perhatian  tergolong etihika berkualifikasi  rendah sedangkan *Sreya*,  kehidupan yang sejati dan abadi baik dalam tingkatan *Dharma* ( Kebajikan) maupun pada tingkatan yang utama yaitu *Amrta* atau *kamoksan* ( alam kalepasan)

*Oleh karena itu*  Marilah sebagai umat Hindu dalam mencapai tujuan Hidup Kamoksan dengan jalan landasan Amrta ataupun Dharma menjadi landasannya  *Niscaya* Tujuan hidup menjelma menjadi manusia akan dapat diwujudkan yaitu Jagadhita lan Kamosan nantinya.
(Kitab Panca Sradha hal.149)

*Made Worda Negara*
BINROH  Hindu TNI AU.

Pinandita Sanggraha Nusantara
Daerah Istimewa Yogyakarta

Ketidakpuasan

*Mutiara Weda*
03/11/2022

*Ketidakpuasan*

*Umat Sedharma*, dalam susastra ada tersurat  bahwa  *na trpti rajno dhanasangrahena...dst* ; seorang  raja,  tidak akan pernah puas pada harta bendanya yang telah dimilikinya,  demikian juga halnya   dengan Samudera   tidak akan pernah puas dengan air- air sungai  yang membanjirinya, begitu pula halnya dengan orang yang  bijaksana tidak akan pernah merasa  puas dengan ilmu  pengetahuan yang telah  dimilikinya .

Sesungguhnya tidak semua ketidakpuasan itu baik ataupun buruk namun setiap umat haruslah mampu membedakan mana yang baik  yang wajib dilakukan dan mana  perbuatan buruk  yang dapat menjerumuskan.

*Oleh karena itu*, Sebagai umat Hindu bangun &  pupuk rasa   ketidakpuasan dalam berbuat  suatu kebajikan serta  mengejar ilmu pengetahuan rohani *Kedhyatmikan*  untuk mencapai kesempurnaan hidup dengan landasan ajaran *Wiweka*. *Niscaya*, Umat Hindu akan selalu berada pada jalan Dharma *Yasa Kerti* dan terhindar dari kejahatan *Duryasa*. (Slokantara.44 & SS.320)

*Made Worda Negara*
BINROH  Hindu TNI AU.

Pinandita Sanggraha Nusantara
Daerah Istimewa Yogyakarta

Hidup Dalam Samsara

*Mutiara Weda*
04 /11/2022

*Hidup dalam Samsara*

*Umat Sedharma*, jika direnungkan  menjelma menjadi manusia sesungguhnya adalah menderita, walaupun telah melaksanakan Ajaran Dharma namun belum mampu melepaskan diri dari ikatan   kelahiran (Utpeti)  maupun  kematian (Pralina), orang semacam ini masih berada dalam proses kehidupan  samsara atau Menderita.

Manakala diberikan kesempatan lahir menjadi manusia ingkar akan pelaksanaan ajaran Dharma hanya mengejar  mengejar Artha dan kepuasan nafsu menjadi prioritas orang seperti ini disebut Jadma  kesasar.

*Oleh karena itu*, Bagi setiap umat Hindu pergunakanlah kesempatan menjelma menjadi manusia dengan baik dengan memegang teguh ajaran Dharma  untuk  mencapai tujuan hidup, dalam mencari Artha dan memenuhi keinginan  Kama selalu berlandaskan Dharma. Niscaya Tujuan hidup menjelma menjadi manusia yaitu Bahagia lahir bathin, jagadhita lan kamosan akan dapat diwujudkan.
(SS. Sloka 9-12)

*Made Worda Negara*
BINROH  Hindu TNI AU.

Pinandita Sanggraha Nusantara
Daerah Istimewa Yogyakarta