Senin, 28 November 2022

Tumpek Landep

*Mutiara Weda*
05/ 11 / 2022

*Tumpek Landep*
_((Landeping Idep, Vak Lan Kaya)_

*Umat se-dharma*, pada Saniscara Kliwon Wuku Landep umat Hindu merayakan hari suci yang  disebut *Tumpek Landep*, sebagai wujud  rasa bhakti kehadapan Ida SangHyang Pasupati atas segala ciptaannya.  Mengasah ketajaman *Jnana*
( pikiran, logika dan ilmu pengetahuan)  Sebagai  spirit kemanusiaan, membangun kearifan  dalam memanfaatkan teknologi yang mengandung besi.

Umat Hindu berkeyakinan bahwa, peralatan yang digunakan untuk mengolah isi alam, harus tetap terjaga kesuciannya, sehingga selalu dapat digunakan dengan baik tanpa merusak alam atau menyakiti makhluk lainnya.

*Oleh karena itu*, sebagai umat Hindu selalu memegang teguh kebenaran  *Tri Permana Telu* dan bangun kesadaran sejati  dengan jalan mengasah ketajaman pikiran meningkatkan kecerdasan akal  _landeping Idep, Landeping Vak mwah Landeping Kaya_  dengan selalu berpegang teguh pada  isi kitab suci Weda secara utuh. Niscaya akan dapat terbangunnya kualiatas rohani umat Hindu sehingga memiliki keteguhan dalam menghadapi fluktuasi suka dan Duhka  di jaman Kaliyuga ini
*sama duhkha-sukham dhiram*
( Kitab Sundarigama )

*RAHAJENG HARI SUCI      TUMPEK LANDEP*

*Made Worda Negara*
BINROH  Hindu TNI AU.

Pinandita Sanggraha Nusantara
Daerah Istimewa Yogyakarta

Jana Kertih

*Mutiara Weda*
06/11/2022

*Jana Kertih*

*Umat sedharma*, dalam susastra ada mengungkapkan ; Orang yang memiliki keinginan  untuk  berbuat bebas tanpa  *keakuan* dapat dipastikan akan mendapatkan kedamaian serta  keharmonisan dalam hidupnya.

Orang yang berjiwa sabar, Tenang  & Tulus Ibaratkan  air yang masuk kedalam Samudera, walaupun  terus menerus namun tetap tenang tak bergerak,  demikian juga halnya dengan  orang  yang berjiwa  sabar & tenang akan mencapai kedamaian, walaupun semua kesenangan ada padanya tetapi bukan berarti mengumbar  hawa nafsunya.

*Oleh karena itu*, bagi setiap umat Hindu untuk selalu meningkatkan serta menegakkan kesucian  diri masing masing  *Jana Kertih*  serta  membangkitkan    kesucian jiwa dengan menjalankan ajaran *Tingkahing Brata*  melalui  pemusatan pikiran dan pengendalian *panca Indera* dari segala obyek keinginan. *Niscaya*,  akan dapat terbangunnya umat Hindu  yang bijak dan memiliki  Aura atau  vibrasi energi positif yang kuat.
(BG II.65-72)

*Made Worda Negara*
BINROH  Hindu TNI AU.

Pinandita Sanggraha Nusantara
Daerah Istimewa Yogyakarta


Jangan Pernah Berhenti Menabur Kebajikan

*Mutiara Weda*
07 / 11 /2022

*Jangan Pernah Berhenti Menabur Kebajikan*

*Umat se-dharma*, Jika di  renung renungkan, Ketika orang selalu menabur kebencian  suatu pertanda bahwa dia hanya memiliki kebencian di dalam dirinya, akan tetapi, orang  yang memiliki kebajikan /*Dharma* dapat dipastikan dia akan memancarkan ajaran kebenaran/ *Dharma Vahini*  dalam hidupnya.

Hanya orang yang sejuk di dalam hatinya yang bisa menemukan kesejukan,  kedamaian dan keharmonisan di luar. Sulit membayangkan ada orang yang hidupnya menyejukan, menentramkan & damai kalau di dalam hatinya selalu bergejolak rasa irihati, benci dan dendam.

*Oleh karena itu*,   sebagai umat Hindu jangan pernah berhenti dalam menabur kebajikan,  bangun *kesejukan* dan *kedamaian* dalam  hati dengan selalu mengendalikan diri *Yama* dan *Nyama* serta Tapa, Brata, Yoga dan Samadhi.  Niscaya hidup yang Santih , *Manah Santih* dan *Parama Santih* dapat terwujud.
(kitab Ramayana & Panca Siskanya Angaji)

*Made Worda Negara*
BINROH  Hindu TNI AU.

Pinandita Sanggraha Nusantara
Daerah Istimewa Yogyakarta

Lalita Hita Karana

*Mutiara Weda*
08/ 11 / 2022

*Lalita Hita Karana*

*Umat se-dharma*,  Dalam Pustaka suci Weda mengajarkan untuk selalu Setia, Jujur dan memegang teguh Kebenaran dalam menuju ketenangan dan kedamaian Bathin *Parama Santih*

Satyam Eva jayate Nanrtham, Sura Dira Jayengningrat Lebur dening pangastute

Kebenaran dan kejujuran menjadi sifat dan hakekat ke-Tuhanan *Sat, Cit, Ananda Brahman* sebagai bagian dari dasar  keyakinan atau Sraddha Dalam ajaran agama Hindu. Kesetiaan dan kejujuran itu timbul bukan dari orang lain melainkan tumbuh dari dalam diri  masing masing.

*Oleh karena itu*, sebagai umat Hindu sudah menjadi kewajiban untuk   membangun & memupuk  kesetiaan , kejujuran dan rasa tanggungjawab akan kebenaran melalui pengamalan ajaran *Panca Satya* :  Satya Wecana, Satya Hrdaya, Satya Mitra, satya Samaya dan satya Laksana serta membuang jauh jauh sifat angkuh  &  sombong  *wak Purusya*. *Niscaya* akan dapat menumbuhkan sifat sifat kedewataan *Daivi Vak*  yang ada dalam diri, sehingga terwujudnya *Lalita Hita Karana* jalan menuju kamoksan/kebebasan yang abadi.
(Sarasamuscaya ,130-131)

*Made Worda Negara*
BINROH  Hindu TNI AU.

Pinandita Sanggraha Nusantara
Daerah Istimewa Yogyakarta

Bangun Kedamaian dalam Diri

*Mutiara Weda*
09 /11/2022

*Bangun Kedamaian Dalam Diri*

*Umat Sedharma*, dalam sebuah  sesanti   ada menguraikan ; Tundukkan kemarahan  dengan kesabaran,  tundukan setiap kejahatan dengan nilai nilai kebenaran &  kebajikan, begitu juga Kelicikan dapat ditundukkan   dengan keikhlasan, ketulusan dan  kerelaan, Serta dengan  kejujuran dan kepolosan  hancurkan segala Tipu daya dan berbagai bentuk  kebohongan.

Janganlah  Membalas pukulan dengan pukulan begitu pula  jangan  membalas cacian dengan cacian sebagai  sikap bijak dari implementasi  ajaran Ethika Hindu. Sesungguhnya Dendam adalah racun penghancur hati dan bagian terburuk dari rencana penghancuran masa depan diri sendiri.

*Oleh karena itu*, sebagai umat Hindu, untuk selalu membangun Kedamaian *Manah Santih* mulai dari dalam Diri masing masing dengan  menumbuhkan sikap *Ksamavrata* kesediaan untuk saling memaafkan  kepada sesama dan *Pritivrata*,  kemampun untuk menunjukkan  sifat welas asih terhadap sesama serta membangun kualitas  diri dengan menjaga stabilitas  Mental, Intelektual dan Kesehatan (Ahara, Vihara dan Ausadha) secara sinergis. *Niscaya*, akan dapat terbangunnya umat Hindu yang berkarakter dan berwawaskan nilai nilai Dharma.
(kitab Slokantara,Sloka 83 hal.293)

*Made Worda Negara*
BINROH  Hindu TNI AU.

Pinandita Sanggraha Nusantara
Daerah Istimewa Yogyakarta



Sang Yatha sakti Kayika Dharma

*Mutiara Weda*
10/11/2022

*Sang Yatha Sakti Kayika Dharma*

*Umat se-dharma*, ajaran agama Hindu memiliki konsep jenjang kehidupan yang sangat jelas dan tersusun secara ini sistematis yang di kenal dengan nama *Catur Asrama* yaitu  empat Tahapan hidup yang wajib dilalui  oleh setiap umat manusia ( *Brahmacari*, *Grehastha*, *Wana prastha* dan *bhiksuka* ).

Pada tahapan kedua  *Grehastha asrama*  merupakan tahapan sebagai ujian yang sebenarnya dimana seseorang akan menerapkan ilmu pengetahuan yang dipelajari saat masa Brahmacari sebagai masa yang paling sulit serta pada masa ini kestabilan emosi dan kekuatan spiritualnya  di uji,  di samping itu dia tidak lagi hanya mengurus dirinya melainkan telah mendapatkan beban yaitu mengurus keluarganya dengan kemampuannya sendiri mengamalkan  dharmanya.
atau  *Sang Yatha Sakti Kayika Dharma*'

*Oleh Karena itu*, sebagai umat beragama Hindu sudah menjadi kewajiban untuk melaksanakan keempat  tahapan tahapan hidup itu dengan baik  serta  menjaga kestabilan Emosi dan tingkatan spiritualitas yang dimilikinya. Niscaya  akan dapat terwujud  tujuan hidup nantinya  yaitu catur purusa artha.
(Kitab Agastya Parwa)

*Made Worda Negara*
BINROH  Hindu TNI AU.

Pinandita Sanggraha Nusantara
Daerah Istimewa Yogyakarta



Satya -Dharma

*Mutiara Weda*
11/11/2022

*Satya - Dharma*

*Umat Se-dharma*, Dalam susastra Hindu  ada menyebutkan  :  *Satyam nasti paro dharmo, Nanrtam patakam param* : tidak ada *Dharma*   kewajiban suci yang lebih tinggi dari kebenaran  *Satya*,  tidak ada dosa yang lebih rendah dari Dusta. Dimana ada *Satya* disana pasti ada *Dharma*,  Kebenaran dan Kebajikan tidak dapat dipisahkan serta selalu  berdampingan  *Satya-Dharma*

Hilang & lenyapnya  kedamaian dan keharmonisan dalam kehidupan umat  manusia akibat diabaikannya kebenaran / *satya* dan kebajikan / *Dharma*.

*Oleh karena itu*, sebagai umat Hindu  dimanapun berada dan dalam kondisi apapun  untuk  selalu *sadar* dan memegang teguh ajaran Dharma dalam kesehariannya, mengingat ; dari Dharma datangnya sukses, dari Dharma  pula datangnya bahagia, dengan Dharma memberikan segalanya dan Dharma adalah Inti sari dunia. *Niscaya*,  kebahagiaan lahir maupun bathin, *manah santih* maupun  *Parama santih*, Jagadhita dan Kamoksan atau *Catur Purusa Artha* akan dapat diwujudkan.
(Slokantara 2.6)

*Made Worda Negara*
BINROH  Hindu TNI AU.

Pinandita Sanggraha Nusantara
Daerah Istimewa Yogyakarta