Rabu, 06 Mei 2020

Visudha Karma

*Mutiara Weda*
07/05/2020

*Visudha Karma*

*Umat Se-dharma*, dalam pustaka suci Weda menyebutkan ;
Sesungguhnya  semua umat manusia memiliki kebebasan, bebas menentukan kehendaknya  dan sepenuhnya pula bertanggung jawab atas semua perbuatannya sendiri *Svatantra Katah*. Demikian pula, tak satupun manusia bisa
 luput dari kerja walaupun hanya sesaat,  oleh hukum alam  manusia dibuat tidak berdaya  untuk selalu bekerja.

 Kualitas perbuatan  menentukan kehidupan sekarang maupun kehidupan dimasa yang akan datang,  begitu juga  se- kecil apapun perbuatan yang dilakukan jika dilandasi dengan hati yang tulus, lascarya akan membawa kebaikan yang luar biasa seperti  *Sebutir Biji pohon Beringin* yang jika tumbuh, dirawat dengan baik setelah besar akan dapat menjadi tempat berteduh bagi semua umat manusia. 

*Oleh karena itu*,  sebagai umat Hindu  mantafkan kualitas *Sradha* dan *Bhakti* dengan  melakukan kerja tanpa ikatan *Visudha Karma* sehingga terwujudnya *Pencapain tertinggi* yaitu *Kamoksan* atau *Kelepasan*, terbebas dari keterikatan,  bekerja sebagai suatu kewajiban, dengan pijakan Bekerja  untuk semua  *Sarvodaya*. Niscaya, akan terhindar dari Karma buruk /  Karma Jahat *Wikarma*.
( Slokantara Sloka 19 ,4 & BG V.10)

*Made Worda Negara*
BINROH  Hindu TNI AU.

Pesantian Widya Sabha Sasmitha-Yogyakarta .

Selasa, 05 Mei 2020

Panca Maya Kosha

*Mutiara Weda*
06/05/2020

*Panca Maya Kosha*
[Lima lapisan badan spiritual]

*Umat se-dharma*, jika kita renungkan  renungkan tubuh manusia ini tersusun atas lapisan badan sebagai wahana sang Atma menjalankan.siklus reinkarnasi, baik sebagai maklhuk Biologis maupun  sebagai makhluk spiritual. Secara Biologis susunan tubuh manusia  terdiri dari kulit, rambut, tulang, darah,sum sum,  dll. sedangkan Susunan tubuh manusia secara  spiritual  sesuai dalam filsafat Hindu  terdiri atas badan kasar [stula sarira] dan badan halus  ]suksme sarira].

Badan halus  [suksme sarira], tubuh manusia dilapisi  lima lapisan badan spiritual yang di sebut  *Panca Maya Kosha* diantaranya :

*Annamaya Kosha*, lapisan paling luar dari tubuh yang terbentuk dari sat makanan.

*Pranamaya Kosha*,  lapisan badan yang tersusun dari pembentuk kehidupan yang ada di alam semesta  berupa *energi Prana*.

*Manomaya Kosha*, lapisan yang terbentuk dari energi pikiran biasa yang berupa *suksme sarira* dan *karana sarira*

*Vijnana maya Kosha*,  lapisan badan yang terbentuk dari energi pikiran yang halus dan dengan kesadaran.

*Ananda maya Kosha*, lapisan badan yang tersusun dari energi pikiran yang yransenden yg lebur dalam parama santih dan kedamaian yang sempurna.

*Oleh karena itu*, sebagai umat Hindu  mantapkan kualitas rohani  dengan menjalankan praktek praktek ajaran kerohanian  secara universal  dalam mencapai kebahagiaan yang Trancenden : Tapa, Brata, Yoga dan Samadhi. Niscaya  kebahagian hidup lahir -bathin, baik manah santih maupun parama santih, *Yama & Nyama*,  Moksartham - jagadhita .akan dapat terwujud dengan landasan pengetahuan  suci *Jnana* sehingga memiliki kualitas rohani menuju  Spiritualitas yang dapat menambah Nalar umat manusia secara Universal.
( Weda Samhita dan Upanisad)

*Made Worda Negara*
BINROH  Hindu TNI AU.

Pesantian Widya Sabha Sasmitha-Yogyakarta .

Senin, 04 Mei 2020

Sesarining Dharma

*Mutiara Weda*
05/05/2020

*Sesarining Dharma*

*Umat se-dharma*,  Menurut keyakinan umat Hindu dalam mengarungi  kehidupan yang sempurna  *Krtakrtya*, penuh dengan limpahan kesenangan dan kebahagiaan  *Atmarati* tidak bisa lepas dari Penerapan  nilai nilai ajaran Dharma.  Mengamalkan  & mengaplikasikasi  ajaran Agama  pada diri  seseorang untuk  menuju sang maha Pencipta  disebut  *Dharma Sadhana* atau *Catur Dharma  Sadhana  sebagai  *_Sesarining Dharma_*.

Empat  bentuk pengamalan ajaran agama yang tergolong *Catur Dharma Sadhana* antara lain  :

*Jnana kanda*  :'pikiran yang terbebas dari dualitas, 

*Bhakti Kanda*  :' sikap welas asih dan kebaikan yang tak terbatas pada semua makhluk,

 *Yoga Kanda* :  pikiran yang terbebas dari  pengaruh Sad ripu,

 *Karma Kanda*  :' Dapat  melaksanakan swadharma dengan baik.

*oleh karena itu*, sebagai umat Hindu wujudkan dan  realisasikan serta amalkan ajaran  kesucian atau  Dharma  dalam diri masing masing  melalui latihan latihan rohani dengan tahapan  *Astangga yoga*  secara sistematis dan praktis sehingga terbina, terpupuk Budhi pekerti dan kesucian bathin. Niscaya akan mampu mengamalkan nilai nilai Dharma dengan baik sehingga menjadi seorang *Sadhaka* dan mencapai *Jiwan Mukti* atau kebahagian di dunia serta Kesempurnaan dalam kehidupan *KrtaKertya*
(reg Weda VIII.69.8 & SS.12)

*Made Worda Negara*
BINROH  Hindu TNI AU.

Pesantian Widya Sabha Sasmitha-Yogyakarta

Minggu, 03 Mei 2020

Citta Vrtti Nirodha

*Mutiara Weda*
05/05/2020

*Citta Vrtti Nirodha* 

*Umat Se-dharma*,  Setiap umat Hindu haruslah menyadari bahwa  hidup menjelma menjadi manusia di mayapada ini akan selalu dihadapkan dan dibayang bayangi oleh kemegahan dan  kenikmatan duniawi yang dapat menjerumuskan & menghancurkan umat manusia manakala tanpa pengendalian gerak pikiran  *Citta Vrtti Nirodha* dan tanpa  *Pijakan Dharma*  yang di sebut *Panca Bahya Tusti*.

Lima kemegahan dan Kenikmatan duniawi *Panca Bahya Tusti*  yang dapat menjerumuskan umat manusia antara lain  :

*Aryana*, senang mengumpulkan harta kekayaan tanpa menghitung baik  maupun buruk dan dosa yang diakibatkannya.

*Raksasa*, melindungi harta dengan jalan segala macam upaya yang tidak baik.

*Ksaya*, takut akan berkurangnya harta benda dan kesenangannya sehingga sifatnya sering menjadi kikir.

*Sangga*,  melakukan perbuatan Asusila.

*Hingsa*,  suka membunuh dan menyakiti hati makhluk lain.

*Oleh karena  itu*,  sebagai umat Hindu Jauhkan diri dari perbuatan perbuatan buruk  *Asubha Karma* atau *Panca Bahya Tusti* yang  hanya mementingkan kepentingan Pribadi,  kepuasan & Kenikmatan duniawi dengan  jalan menempatkan *ajaran Dharma* sebagai landasannya serta menggunakan  *Wiweka* dalam pelaksanaannya,  *Dharma Raksatah Raksitah* , barang siapa yang berbuat kebajikan, maka ia akan dilindungi oleh Dharma itu sendiri. *Niscaya*, gerak alam pikiran akan terkendali  *Citta Wrtti Nirodha* dan terhindar dari perbuatan buruk   sehingga tujuan hidup *Catur Purusartha* akan dapat terwujud.
(Kitab Weda Samhita)

*Made Worda Negara*
BINROH  Hindu TNI AU.

Pesantian Widya Sabha 
Sasmitha-Yogyakarta.

Sabtu, 02 Mei 2020

Lima Unsur Penting dalam meyadnya

*Mutiara Weda*
03 / 05 /2020

*Lima unsur penting dalam Meyadnya*

*Umat Se-dharma*, melaksanakan Panca Maha Yadnya merupakan kewajiban suci dari  petunjuk  Pustaka  suci Weda Samhita sebagai penyangga Bumi, alam semesta beserta isinya, karena alam dan manusia diciptakan Ida SangHyang Widhi Wasa melalui *Yadnya*

Ada lima unsur penting dalam *Meyadnya* :

*Mantra* : doa doa yang harus diucapkan oleh umat, pinandita sesuai dengan tingkatannya.

*Yantra* : simbol simbol keagamaan yang diyakini mempunyai kekuatan spiritual untuk meningkatkan kesuciannya.

*Tantra* : kekuatan suci yang ada dalam diri dibangkitkan dengan cara yang ditetapkan dalam kitab suci Weda.

*Yadnya* : pengorbanan dan pengabdian yang tulus atas dasar kesadaran dalam persembahan sesuai dengan kemampuan.

*Yoga* : Mengendalikan gelombang pikiran dalam alam pikiran untuk berhubungan dengan Ida SangHyang Widhi Wasa.

*Oleh karena itu*, sebagai umat Hindu mantapkan sradha dan bhakti dengan berkeyakinan bahwa demi kepentingan hidup,  kesempurnaan dan kebahagian,   umat Hindu melaksanakan panca Maha Yadnya dengan landasan Tri Premana (sastratah, Gurutah dan Svatah) dengan memperhatikan Catur Drstha :  Kuna Drstah, Sastra Drstha, Loka Drstha dan Desa Drstha. Niscaya akan terwujudnya  tujuan hidup umat manusia yaitu kebahagiaan sekala dan niskala.
(Agastya  Parwa & BG.III.10)

*Made Worda Negara*
BINROH  Hindu TNI AU.

Pesantian Widya Sabha Sasmitha-Yogyakarta .

Jumat, 01 Mei 2020

Kecerdasan & Kesadaran Sejati

*Mutiara Weda*
30/ 04/2020

*Kecerdasan & Kesadaran Sejati*

*Umat Se-dharma*,  Jika kita renungkan,  Tatkala kesadaran Diri melebur dengan kesadaran Sejati / Yang Maha Agung , maka yang tersisa hanyalah kebahagiaan yang tanpa batas. Membangun *Kecerdasan* sangatlah penting bagi setiap umat manusia dalam mengarungi kehidupan di mayapada ini, dengan menempatkan *kecerdasan Intelektual* sebagai inti dasarnya, yang diperhalus  *Kecerdasan Emosional* dan *Kecerdasan Spiritual* menuju  pada  *Kesadaran sejati* dengan *Bhusana* atau  *Kavaca* sebagai Pengikatnya.

Sebagai *Busana kekayaan* adalah Keramahan, dan  *Busana orang Kuat* adalah Ucapan atau Perkataan yang  halus,  serta sebagai *Busana Pengetahuan* adalah Kedamaian,  sedangkan sebagai *Busana orang yang belajar Agama* adalah Kerendahan hati  sebagai Kavaca Dharmanya, demikian pula sebagai  *Busana bagi orang Besar* adalah sifat pemaaf &  pengampun.

*Oleh karena itu*, sebagai umat Hindu dalam situasi dan kondisi apapun Gunakan  *Kavaca Dharma dan bangkitkan *Bhusana* yang ada dalam diri dengan membangun Kesadaran  diri dan ketika kesadaran sudah melewati kesadaran materi dengan Kecerdasan Intelektual ( IQ) dan Kecerdasan Emosional ( EQ) maka akan dapat  menuju pada kesadaran Jiwa melalui Kecerdasan Spiritual ( SQ) menuju pada kesadaran yang paling hakiki, bersemayam & berwujudnya  Tuhan dalam diri dengan landasan Pengendalian diri lahir maupun bathin.  Niscaya akan mampu menapaki hidup yang rendah hati, bijak dan mampu mengendalikan serta mengelola emosi menuju pada Kesadaran Sejati.
(kitab Nitisatakam)

*Made Worda Negara*
BINROH  Hindu TNI AU.

Pesantian Widya Sabha Sasmitha-Yogyakarta

Hukum Karma Phala

*Mutiara Weda*
02/ 05 /2020

*Hukum Karma Phala*

*Umat Se-dharma*, Hukum Karma Phala merupakan salah satu dari lima dasar keyakinan umat Hindu sebagai hukum sebab akibat yang bersifat *universal*  berlaku untuk semua makhluk hidup di alam semesta ini dan keberadaannya bersifat *kekal abadi* berlaku mulai saat alam semesta ini diciptakan dan berakhir di saat  pralaya serta tak seorangpun tahu kapan penciptaan dan kapan berakhirnya   menjadi rahasya Tuhan.

Setiap Karma meninggalkan bekas perbuatan dalam bentuk *Karma wesana* yang akan menentukan  proses kehidupan selanjutnya menuju  kelahiran sorga atau kelahiran Neraka dalam penjelmaan nantinya. 

*Oleh karena itu*, sebagai umat Hindu sudah menjadi kewajiban untuk memegang teguh ajaran Dharma dan menjadikan Pustaka suci Weda sebagai pedoman hidup dalam mencapai tujuan hidup 
*Veda  pramanakah Sryah sadhanam dharma* ,  selalu berbuat  Kebajikan *Subha Karma*  dan menghindari perbuatan Asubha Karma yangg bersifat memuaskan nafsu Duniawi. Niscaya akan terhindar dari Karma buruk yang dapat menjerumuskan dan menhancurkan dalam membangun umat Hindu yang *Satyam*, *Sivam* dan *Sundaram* menuju kesucian bathin sehingga Tuhan  dapat besemayam dalam diri *Aham Brahma Asmi*

(SS.XI.12 & Arjuna Wiwaha)

*Made Worda Negara*
BINROH  Hindu TNI AU.

Pesantian Widya Sabha 
Sasmitha-Yogyakarta