Minggu, 06 September 2026
Meyadnya : Persembahan Tulus dalam Hidup
Sabtu, 20 Desember 2025
Bangun Keseimbangan di Dalam Diri
*Mutiara Weda*
21/12/ 2025
*Bangun Keseimbangan di Dalam Diri*
*Umat Sedharma*, pemusatan dan Pengendalian Pikiran dari pengaruh Indria / hawa nafsu *Citta Vritti Nirodha* Menjadi Faktor penting dalam menjalankan proses kehidupan di dunia ini -di alam samsara ini.
Orang yang dapat mengendalikan dirinya dari pengaruh-pengaruh Indria / hawa nafsunya bagaikan binatang Penyu yang sedang menarik seluruh anggota badannya kedalam cangkangnya,
Orang yang berprilaku seperti ini Sesungguhnya Orang yang selalu stabil & seimbang di dalam dirinya akan memiliki Keteguhan & kekuatan hati serta kuatnya rasa Syukhur & Angayubagya, tak akan terlalu bersedih hati manakala disaat sedang mendapatkan cobaan hidup begitu pula tak akan terlalu bergirang hati disaat srdang mendapatkan keberuntungan dan rasa bahagia
*Oleh karena itu*, marilah sebagai umat Hindu Bangun Keseimbangan dalam diri, baik secara Lahir maupun bathin dengan jalan pusatkan dan Kendalikan pikiran dari pengaruh pengaruh Indria sehingga pikiran terpusat -*Citta Vrtti Nirodha* , terhindar dari Cengkraman unsur unsur *Sad Ripu & Sapta Timira*, sehingga dapat bersikap netral terhadap apa yang dialaminya.
*Niscaya*, dengan demikian akan dapat terbangunnya kualitas umat Hindu yang memiliki kualitas Mental Rohani yang stabil & kuat serta memiliki ketahanan Mental yang Prima di dalam diri.
(SS.II. 51-56)
*Made Worda Negara*
BINROH Hindu TNI AU.
Penyiaran Hindu ( BPH) Pusat
Kamis, 04 September 2025
*SEKILAS TENTANG PURA VAIKUNTHA VYOMANTARA DI PANGKALAN TNI AU ADISUTJIPTO DI BUMI MAGUWO” YOGYAKARTA* Oleh : I Made Worda Negara (Paroh TNI AU)*Pendahuluan*Pura Vaikuntha Vyomantara di Pangkalan TNI AU Adisutjipto yogyakarta,dibangun diatas Lahan seluas + 5000 m2 ( 50 Are ) yang berlokasi di Pangkalan TNI AU Adisutjipto,Bantul, Yogyakarta yang bersebelahan dengan Museum Dirgantara Mandala TNI AU Yogyakarta. Dalam perawatan pura sehari-hari dilaksanakan oleh pembinaan mental TNI AU, bersama-sama dengan Paguyuban Umat Hindu Lanud Adisutjipto “Dharma Laksana” sebagai pengempon pura . Nama Pura “Vaikuntha Vyomantara” .Vaikuntha artinya Inkarnasi Shri Wisnu, yang diliputi oleh Maya, tanaman Suci atau Shri Wisnulah yang menyatukan ke-33 Dewa yang menjaga semesta alam.Vyomantara artinya Angkasa, Loka, Luhuring AcintyaJadi Vaikuntha Vyomantara artinya alam dimana dewa Wisnu mencapai kesempurnaan tertinggi, luhuring Acintya,pura angkasa yang penuh dengan tanaman suci dan tempat untuk mencapai ketenangan,kebijaksanaan dan pengetahuan suci ( kitab Suci Wisnu Purana )*Latar belakang*Pura Vaikuntha Vyomantara di lanud Adisutjipto Yogyakarta dibangun atas kebutuhan umat Hindu yang berdinas dan bertugas di Pangkalan TNI AU Adisutjipto Yogyakarta,di samping itu juga merupakan kebijakan dari pimpinan TNI Angkatan Udara untuk menyiapkan sarana tempat ibadah bagi prajurit TNI beserta keluarganya yang beragama Hindu dalam bentuk Pura, Mengingat di pangkalan TNI AU Adisutjipto belum Memiliki pura sebagai tempat untuk melakukan persembahyangan, Pembinaan Mental bagi Prajurit TNI AU beserta keluarganya, Karbol AAU,dan Siswa Sekolah penerbang khususnya yang beragama Hindu ,untuk itu sangat dibutuhkan adanya tempat Ibadah/pura.Pembangunan Pura vaikuntha VyomantaraPura Vaikuntha Vyomantara di Pangkalan TNI AU Adisujtipto Yogyakarta dirintis dan didirikan dalam waktu yang cukup Panjang mulai tahun 1997 sampai tepatnya 23 Mei 2007 dapat dilaksanakannya proses peletakan Batu Pertama berdirinya Pura vaikuntha Vyomantara Oleh komandan Pangkalan TNI AU Adisutjipto Marsma TNI Benyamin Dandel,S.IP selaku Komandan pangkalan TNI AU Adisutjipto. Pada acara Peletakan Batu pertama berdirinya pura Vaikuntha Vyomantara dihadiri oleh seluruh Pejabat dilingkungan Lanud Adisutjipto, PHDI DIY,PHDI Kabupaten dan Kota Se-DIY dan Peguyuban Umat Hindu lanud Adisutjipto “Dharma laksana” dan masyarakar Hindu sekitarnya. Pada kesempatan tersebut Marsma TNI Benyamin Dandel,SIP mengharapkan dengan dibangunnya Pura betul –betul dapat dimanfaatkan dan difungsikan dengan sebaik-baiknya Untuk melaksanaakan fungsi pembinaan mental ( Bintal ) bagi prajurit TNI AU beserta keluarganya,Para Karbol AAU,Siswa Sekolah penerbang khususnya yag beragama Hindu untuk dapat berperan dalam menyiapkan insan prajurit yang Sapta Marga, Pancasilais serta memiliki mental yang prima.Tahapan dalam pembangunan pura Vaikuntha Vyomantara.Tahapan dalam pembangunan pura Vaikuntha Vyomantara1. Kegiatanya diawali dengan membersihkan lokasi,Nyukat karang /Nyuciang Karang Oleh Ida Begawan Putra Manuaba dari Geriya kasihan, Bantul,Yogyakarta2. Pada hari Jumat,18 Mei 2007 rapat koordinasi dihadiri oleh Panitia,pada rapat tersebut dibahas proses dan langkah selanjutnya dalam pembangunan Pura meliputi ; persiapan Prosesi nunas Pancer/Batu untuk dasar Padmasana di Puncak Gunung Merapi , Nunas Tirta untuk Persiapan Nasarin, Peletakan Batu pertama serta Pelaksanaan pembangunan selanjutnya.3. Pada tanggal 15 Mei 2007 kunjungan dari kadiswatpers Mabes AU Marsma TNI Anggora beserta rombongan diterima Komandan Lanud Adisutjipto didampingi Mayor Sus Drs.Made worda Negara selaku perwira rohani dan Letkol PNB Nyoman Tri Santosa selaku Panitia)4. Pada hari Minggu 20 Mei 2007 dilaksanakan Nunas Pancer /Batu untuk dasar bangunan Pelinggih kepuncak gunung merapi di Daerah Kaliurang Kabupaten sleman yogyakarta,diawali mohon ijin ke Mbah Marijan juru kunci gunung Merapi .5. Dilanjutkan pada hari Rabu,23 Mei 2007 dilaksanakanlah upacara Peletakan Batu Pertama oleh Marsma TNI Benyamin Dandel,S.IP selaku Komandan Lanud Adisutjipto yang dihadiri oleh seluruh pejabat di Jajaran Pangkalan TNI Angkatan Udara,PHDI DIY,dan seluruh warga Paguyuban Dharma laksana dan Umat Hindu sekitarnya. Mulai saat inilah dilaksanankannya proses awal pembangunan pura diawali pondasi dan pagar bumi dilanjutkan menggali dasar pondasi padmasana dan bangunan pelinggih lainnya seperti :,bale pepelik,Taksu,Pengelurah,Tamansari.6. Pada Purnama kedasa tepatnya pada tanggal 9 april 2009 dilaksanakan upacara pemelaspasan/peresmian pura vaikuntha Vyomantara oleh Komandan lanud Adisutjipto Marsma TNI R. Hari Mulyono yang dihadiri oleh pejabat di jajaran Lanud Adisutjipto Yogyakata,PHDI DIY dan Kabupaten dan Kodya, Masyarakat Hindu DIY,Karbol Aau dan Siswa Seklah Penerbang Yang beragama Hindu.9. pada purnama Kedasa dijadikan hari Pawedalan Pura vaikuntha Vyomantara.10. Pada tanggal 17 Agustus 2010 di pura Vaikuntha Vyomantara dibentuklah wadah pemuda pura vaikuntha vyomantara, dengan nama “Yowana Dharma Laksana” anggotanya sebagian besar mahasiswa yang belajar di daerah Yogyakarta dari berbagai daerah, karena memang saat berdirinya pura dipadati oleh mahasiswa/generasi muda11. Pada bulan Pebruari 2010 dilanjutkan pembangunan Bale pendukung Bale Serba Guna yang berlokasi di Madya mandala sebagai tempat bale Pesandekan,Bale Gong,bale pesamuan/tempat pelaksanaan Pertemuan bagi umat hindu atau warga Paguyuban Dharma Laksana.12. Walaupun pura baru dibangun,kegiatan Persembahyangan/ Ibadah cukup padat yang dicanangkan oleh Pengempon pura; Perwira Rohani, Paguyuban Dharma Laksana dan Pemuda-Pemudi Yowana Dharma Laksana pada Hari – hari Besar agama Hindu seperti :a. Persembahyangan hari raya Galungan dilaksanakan pada pagi hari pkl.07.00 sampaiselesaib. Persembahyangan hari raya Kuningan dilaksanakan pada pagi hari pkl.07.00,c. Persembahyangan Hari raya Saraswati dilaksanakan pada pagi hari pkl.07.00 sampaiselesai,d. Persembahyangan hari raya Pagerwesi dilaksanakan pada pagi hari pkl.07.00sampai selesai,e. Persembahyangan hari raya Siwaratri dilaksanakan pada pkl.17.00 dilanjutkanmejagra di pura Vaikuntha Vvyomantra,f. Ibadah hari raya Nyepi dilaksanakan brata Penyepian di Pura Vaikuntha Vyomantarag. Persembahyangan hari raya Purnama dan Tilam pada pkl.17.00 sampai selesaih. hari raya Tumpek Landep dilaksanakan pagi hari pkl.08.00 sampai selesai dilanjutkan mantenin motor atau mobil bagi umat sedharma bantennya disiapkan oleh Pengempon Pura “Paguyuban Umat Hindu Lanud Adisutjipto “ Dharma laksana” dan Pemuda Pura “ Yowana Dharma laksana”.i. Setiap hari Minggu pagi,Pkl.07.30 Wib dilaksanakan Persembahyangan bersama umat Hindu dilanjutkan pembinaan rohaniDemikian sejarah singkat tentang Pura vaikuntha Vyomantara yang baru di bangun,walaupun pura baru di bangun, para pemedek sudah mulai berdatangan untuk rawuh tangkil ngaturang pangabakti baik Masyarakat Hindu yang berada di wilayah Yogyakarta maupun dari luar Yogyakarta seperti Jakarta,Banten,Bali dan lain-lain untuk melaksanakan persembahyangan dan Tirtayatra, Bagi Umat sedharma dimanapun berada yang akan pergi ke daerah Istimewa Yogyakarta untuk dapat tangkil ngaturang pangabhakti serta pura Masih dalam tarap Pembangunan. Bangunan yang belum dibangun meliputi : Utama Mandala : Kuri agung, Pesambyangan,Bale Pawedan,Gedong Simpen sedangkan di Madya mandala seperti : Bale pesamuan, Bale Kulkul,Dapur Suci dan di Nista Mandala: Kamar Mandi dan tempat parkir.Bagi Umat Sedharma yang akan medana punia dapat melalui Rekening Pura . BRI Cab.1385 KK AAU Adisutjipto No. Rek.1385-01-002035-50-7 An.Pura Vaikuntha Vyomantara AAU Yogyakarta.(Bp Made Worda Negara,0817460361,Bp.Wayan Polih,081903789624)
Selasa, 04 Juni 2024
Nilai Praksis & Nilai Dasar dalam Penerapan ajaran agama Hindu
*Mutiara Weda*
05 /06 /2024
*Nilai Praksis dan Nilai Dasar dalam Penerapan ajaran Hindu*
*Umat se dharma*, dalam Pustaka suci ada menyebutkan ;
'Šrutistu vedo vijñeyo dharmaṡāstram tu vai smṛtiá
te sarvātheṣva mimāmsye tābhyāṁ dharmohi nirBabhau"
Artinya :
Yang dimaksud dengan Sruti adalah Veda dan dengan Smrti adalah Dharmasastram, kedua pustaka suci ini tidak boleh diragukan kebenaran ajarannya, karena keduanya sumber Dharma.
Hindu yang Membumi dengan kebhinekaan bukan berarti memiliki kitab suci yang berbeda beda atau perbedaan yang tanpa Dasar atau bukan pula suatu kebebasan dan perbedaan tanpa batas, melainkan kebhinekaan dengan sumber Dharma *Sistacara* maupun *Atamanastuti* sebagai *nilai praksisnya* dengan pustaka suci Weda menjadi bingkainya atau *Nilai Dasarnya* baik Weda Sruti maupun Weda Smerthi dan diyakini sebagai suatu *kebenaran mutlak*. Demikian juga, dasar keyakinan yaitu Panca Sradha dan pokok pokok ajarannya Tri Kerangka Ajaran sebagai pedoman dasarnya.
*Oleh karena itu* sudah menjadi kewajiban bagi setiap umat Hindu untuk memantapkan kualitas *Sradhanya* dengan pemahaman yang benar terhadap pokok pokok ajarannya berfalsafahkan *Bhineka Tunggal Ika*, berbeda suku, budaya, Desa, Kala ,Patra *Sistacara* maupun *Atmanastuti* sebagai sumbernya dengan tetap berlandaskan pada pustaka Suci Weda sebagai nilai Dasarnya. Niscaya akan dapat terbangunnya Umat Hindu yang Damai, rukun dan Harmonis. ( MDS. II.10)
*Made Worda Negara*
BINROH Hindu TNI AU.
Pinandita Sanggraha Nusantara
Daerah Istimewa Yogyakarta
Jumat, 12 April 2024
Jangan Menjadi Jadma Kesasar
Tumpek Landep
*RAHAJENG HARI SUCI TUMPEK LANDEP*
*Mutiara Weda*
03/ 06 / 2023
*Tumpek Landep*
_((Landeping Idep, Vak Lan Kaya)_
*Umat se-dharma*, pada Saniscara Kliwon Wuku Landep umat Hindu merayakan hari suci yang disebut *Tumpek Landep*, sebagai wujud rasa bhakti kehadapan Ida SangHyang Pasupati atas segala ciptaannya. Mengasah ketajaman *Jnana*
( pikiran, logika dan ilmu pengetahuan) Sebagai spirit kemanusiaan, membangun kearifan dalam memanfaatkan teknologi yang mengandung besi.
Umat Hindu berkeyakinan bahwa, peralatan yang digunakan untuk mengolah isi alam, harus tetap terjaga kesuciannya, sehingga selalu dapat digunakan dengan baik tanpa merusak alam atau menyakiti makhluk lainnya.
*Oleh karena itu*, sebagai umat Hindu selalu memegang teguh kebenaran *Tri Permana Telu* dan bangun kesadaran sejati dengan jalan mengasah ketajaman pikiran meningkatkan kecerdasan akal _landeping Idep, Landeping Vak mwah Landeping Kaya_ dengan selalu berpegang teguh pada isi kitab suci Weda secara utuh. Niscaya akan dapat terbangunnya kualiatas rohani umat Hindu sehingga memiliki keteguhan dalam menghadapi fluktuasi suka dan Duhka di jaman Kaliyuga ini
*sama duhkha-sukham dhiram*
( Kitab Sundarigama )
*RAHAJENG HARI SUCI TUMPEK LANDEP*
*Made Worda Negara*
BINROH Hindu TNI AU.
Pinandita Sanggraha Nusantara
Daerah Istimewa Yogyakarta
Jangan Menjadi Jadma Kesasar
Sumber Dharma
Kamis, 11 April 2024
Cakra Dharma
*Mutiara Weda*
12 / 04 / 2024
*Cakra Dharma*
*Umat sedharma* , sifat melayani akan nilai nilai Dharma *Dharma Sevanam* merupakan bagian dari ethos kerja atau Karma baik *Subha Karma* sesuai ajaran Ethika Hindu. Sifat melayani terhadap nilai kebajikan pada sesama *Dharma Sevanam* akan dapat terbangunnya kesucian diri serta menjadi pondasi dasar dalam mengarungi kehidupan bagi setiap umat Hindu.
Dari kesucian akan mendapatkan kemuliaan, dengan kemuliaan akan mendapatkan kehormatan dan dengan kehormatan pula akan dapat memperoleh kebenaran atau *Satya*.
*Oleh karena itu*, sebagai umat Hindu Membangun kesucian dalam diri, baik lahir maupun bathin *Dharma Sevanam* menjadi suatu keharusan
serta mengedepankan sifat *Tresna asih* sesuai ajaran *Tri Parartha* yaitu :' Asih, Punia dan Bhakti. *Niscaya*, kesucian bathin akan dapat terbangun sehingga berputarnya *Cakra Dharma* secara sinergis / seimbang Satyam, Sivam dan Sundaram menuju kebahagiaan nantinya. (Yajur Veda, 19.30)
*Made Worda Negara*
BINROH Hindu TNI AU.
Pinandita Sanggraha Nusantara
( PSN ) Pusat
Hidup dalam rwa bhineda
*Mutiara Weda*
Yogyakarta, 07 /01/ 2024
*Hidup dalam Rwa Bhineda*
*Umat Se-dharma*, jika direnungkan, nasib atau takdir yang dialami oleh setiap umat manusia sebagai pertanda bahwa ada yang lebih tinggi yang mengatur segalanya yaitu Ida SangHyang Widhi Wasa. Demikian pula dalam menjalani kehidupan dalam suka maupun Duka *Rwa Bhineda* yang dialami akan selalu berdampingan dan datangnyapun silih berganti.
Kedukaan datang setelah kesukaan , Kesukaan mengikuti Kedukaan dan semua makhluk hidup mengalami perputaran siklus *suka* maupun *duka* dan ini sudah menjadi hukum Rta /kodrat alam bahwa seberapa yang kita berikan sedemikian pula yang akan kita terima,apa yang dipinjam itu pulalah yang dikembalikan, tatkala kita menyakiti orang lain, kitapun akan disakiti oleh orang lain.
*Oleh karena itu*, sebagai umat Hindu untuk selalu menempatkan nilai nilai kebajikan sebagai Benteng dalam diri untuk mendapatkan Karma Baik *Subha Karma* melalui *Tapa* pengekangan atau pengendalian diri dan selalu mendekatkan diri kehadapan Ida SangHyang Widhi Wasa *Yoga* dengan landasan *Dharma*. Niscaya akan selalu berada dalam jalan kebajikan untuk menuju tujuan dari kehidupan yaitu Karma Baik *Subha Karma*
(Slokantara 84.hal.297-299)
*Made Worda Negara*
BINROH Hindu TNI AU.
Pinandita Sanggraha Nusantara
( PSN) Pusat
Kesadaran
Sradha sebagai Landasan
*Mutiara Weda*
Yogyakarta, 08 /01/ 2024
*Sradha sebagai landasan menuju Sanatana Dharma*
*Umat Se-dharma*, Kesucian bathin itu akan dapat terwujud manakala memiliki kemampuan untuk mengintrospeksi & mengendalikan Diri, demikian pula dengan Kesucian diri akan dapat membangun *Kedamaian & keharmonisan* dalam kehidupan, yang selanjutnya dengan *Keyakinan spiritual* akan dapat mewujudkan Kebenaran sejati *Sanatana Dharma*.
Hakekat kebenaran sesungguhnya merupakan hukum yang abadi atau hukum Rta ataupun Hukum Karma dengan landasan kejujuran di dalam mensinergiskan pikiran, perkataan dan perbuatan *Tri Kaya Sandhi*
*Oleh karena itu* sebagai umat Hindu marilah kita bangun Kesucian diri dengan Pengendalian Indrya sehingga dapat menghindarkan diri dari balutan kegelapan pikiran *Sapta Timira* serta tidak menjerumuskan diri ataupun membunuh diri dengan melakukan perbuatan melanggar norma norma agama. Niscaya *Cakra Dharma* akan berputar secara Sinergis *satyam*, *Sivam* dan *Sundaram* dalam menata tatanan kehidupan yang *Damai*, *rukun* dan *Harmonis*, *Manah Santih* maupun *Parama Santih*.
(Yajur Veda.19.30)
*Made Worda Negara*
BINROH Hindu TNI AU.
Pinandita Sanggraha Nusantara
( PSN) Pusat
Bangun Soliditas umat Hindu
*Mutiara Weda*
10 /01/2024
*Bangun Soliditas umat Hindu*
*Umat Sedharma*, dalam pustaka suci Weda ada mengungkapkan ; Wahai Umat Manusia Berhimpunlah, duduklah bersama sama, pikirkan bersama sama dan rumuskan sesuatu untuk tujuan bersama, mengajarkan kepada kita umat sedharma untuk selalu bersinergis dan bersatu guna mencapai tujuan bersama. *Sahrdayam sammanasyam, avidvesam krnomi vah...dst* Ida SangHyang Widhi Wasa memberikan sifat sifat ketulusikhlasan, mentalitas atau kejiwaan yang sama dan perasaan bersahabat yang tanpa kebencian seperti halnya induk sapi yang mencintai anaknya begitulah seharusnya tat kala kita membangun persahabatan dalam persatuan.
Rasa persatuan akan dapat dibangun dan tumbuh manakala terwujudnya keserasian, sinergisitas , kebersamaan terutama dalam pikiran. Bila pikiran sinergis akan tumbuh dan berkembangnya cinta kasih serta terbangunnya persatuan Umat Hindu .
*Oleh karena itu*, sebagai umat Hindu mari bangun kebersamaan & Persatuan, bersinergi satu sama lainnya, satupun pikiran, satukan tujuan serta bangun keserasian *sam vo manamsi sam vrata*. Niscaya dengan Keserasian akan dapat terbangunnya kerukunan menuju Persatuan *Medharma santi* nantinya.
(Reg Veda X.191.2)
*Made Worda Negara*
BINROH Hindu TNI AU.
Pinandita Sanggraha Nusantara
( PSN ) Pusat
Siwaratri
*Rahajeng hari suci Siwaratri*
*Mutiara Weda*
09 /01/2024
*Siwaratri Media Introspeksi Diri*
*Umat se-dharma*, Dalam ajaran agama Hindu proses kehidupan yang selalu berputar putar / berulang ulang lahir (utpeti) hidup (sthiti) dan mati (pralina) tiada henti di sebut Samsara - Punarbhawa. Punarbhawa pada dasarnya adalah suatu penderitaan. menderita disebabkan karena Dosa.
Hidup dalam alam Samsara / punarbhawa ibarat seperti ulat ataupun lintah yang berjalan pada seuntai dedaunan, yang setelah mencapai ujungnya, akan melekukan badannya kearah batang baru, demikian juga halnya sang atman setelah meninggalkan badan kasar /badan wadag akan melekukan badannya kedalam tubuh yang lain atau yang baru dengan disertai karma wesana sebagai pengikutnya setianya.
*Oleh karena itu*, Marilah sebagai umat dalam perayaan hari suci Siwaratri mengevaluasi, mengintrospeksi dan mengendalikan diri serta menyadari bahwa sesungguhnya samsara Punarbhawa itu terjadi akibat dari pahala atau karma yang belum sempurna semasa manusia hidup dan ketidaksempurnaan karma bersumber pada unsur *maya*, lepaskan diri dari samsara dengan penguatan pada pengendalian Indria. *Niscaya* akan tercapainya tingkatan pengetahuan yang sejati /*Jnana* sebagai jalan menuju alam kedamaian / kamoksan.
(Brhadaranyaka Upanisad, IV.4.6)
*Made Worda Negara*
BINROH Hindu TNI AU.
Pinandita Sanggraha Nusantara
( PSN) Pusat
Nastika
*Mutiara Weda*
29/10/2021
*Nastika* : ikatan Samsara
*Umat se-dharma*, dalam susastra ada mengungkapkan ; *apramanyam ca vedanam sastranam ca tilanghanam* ;
orang yang kurang yakin akan kebenaran Weda, begitu pula tidak mentaati ajaran Dharmasastra serta tidak mengikuti dan menjalankan ketentuan ajaran Dharma dikenal dengan nama Nastika, orang seperti ini tak akan dapat terhindar dari balutan samsara punarbhawa / reinkarnasi atau kelahiran yang berulang ulang sesuai Karma Wesananya.
Orang yang berada dalam golongan Nastika, ibaratkan manusia hidup tanpa kepala, sama halnya dengan orang yang berkeadaan mati tiada gunanya, cenderung tidak menjalankan swadharmanya atau tanpa perbuatan *Niskriya* dan tidak mentaati , menjalankan petunjuk serta nasehat ajaran Dharma *Upadesa* .
*Oleh karena itu*, sebagai umat Hindu wajib untuk yakin akan kebenaran Pustaka Suci Weda sebagai pegangan, pedoman dan tuntunan hidup, jadikan ilmu pengetahuan suci sebagai obor atau penerang dalam mengarungi kehidupan ,selalu rendah hati ibaratkan lampu dalam periuk tersimpan didalam hati. Nscaya, akan selalu berada dalam jalan Dharma dan terhindar dari malapetaka atau neraka *maharorawa*.
(SS.113-116 & Slokantara 29.63)
*Made Worda Negara*
BINROH Hindu TNI AU.
Pesantian Widya Sabha Sasmitha-Yogyakarta .
Indrya Mat : Mata Nafsu
*Mutiara Weda*
Yogyakarta, 11 / 01 /2024
*Indrya Mata : Mata Nafsu*
*Umat se-dharma*, menjelma menjadi manusia di alam maya pada ini penuh dengan permasalahan, cobaan & godaan yang disebabkan oleh Kegelapan pikiran *Bhaksa Bhuana* akibat dari ketidakmampuan menjaga dan mengolahnya.
Kegelapan pikiran itulah, yang mempunyai *indrya mata* yang disebut *mata nafsu*. Pikiran yang bermata-nafsu tidak mampu melihat kenyataan hidup yang sebenarnya sehingga cenderung menggunakan *KeAkuan* Sebagai jalan penyelesaiannya.
*Oleh karena itu* sebagai umat Hindu Hilangkan kekotoran & kegelapan pikiran dengan jalan mantapkan pengetahuan rohani *Jnana* dan tingkatkan Pengetahuan ttg kehidupan *Vidya* serta mengingatkan pikiran yang selalu akan dibayang bayangi kegelapan. Niscaya seluruh Indria akan dapat terkelola, terkontrol dan terkendali.
(Vrti sasana II b.78 /1)
*Made Worda Negara*
BINROH Hindu TNI AU.
Pinandita Sanggraha Nusantara
( PSN ) Pusat
Nastika
*Mutiara Weda*
29/10/2021
*Nastika* : ikatan Samsara
*Umat se-dharma*, dalam susastra ada mengungkapkan ; *apramanyam ca vedanam sastranam ca tilanghanam* ;
orang yang kurang yakin akan kebenaran Weda, begitu pula tidak mentaati ajaran Dharmasastra serta tidak mengikuti dan menjalankan ketentuan ajaran Dharma dikenal dengan nama Nastika, orang seperti ini tak akan dapat terhindar dari balutan samsara punarbhawa / reinkarnasi atau kelahiran yang berulang ulang sesuai Karma Wesananya.
Orang yang berada dalam golongan Nastika, ibaratkan manusia hidup tanpa kepala, sama halnya dengan orang yang berkeadaan mati tiada gunanya, cenderung tidak menjalankan swadharmanya atau tanpa perbuatan *Niskriya* dan tidak mentaati , menjalankan petunjuk serta nasehat ajaran Dharma *Upadesa* .
*Oleh karena itu*, sebagai umat Hindu wajib untuk yakin akan kebenaran Pustaka Suci Weda sebagai pegangan, pedoman dan tuntunan hidup, jadikan ilmu pengetahuan suci sebagai obor atau penerang dalam mengarungi kehidupan ,selalu rendah hati ibaratkan lampu dalam periuk tersimpan didalam hati. Nscaya, akan selalu berada dalam jalan Dharma dan terhindar dari malapetaka atau neraka *maharorawa*.
(SS.113-116 & Slokantara 29.63)
*Made Worda Negara*
BINROH Hindu TNI AU.
Pesantian Widya Sabha Sasmitha-Yogyakarta .