Minggu, 06 September 2026

Meyadnya : Persembahan Tulus dalam Hidup

*Mutiara Weda*
Yogyakarta, 07/09/2026

*MEYADNYA*: Persembahan  Tulus Dalam Kehidupan

*Umat se-Dharma*,
Dalam ajaran Hindu, Yadnya bukan sekadar upacara atau persembahan dalam bentuk materi. Inti Yadnya  sebenarnya adalah ketulusan dalam  mempersembahkan, dalam  melayani, serta dalam  menjalankan kewajiban sebagai wujud rasa  bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa/ Ida Sanghyang Parama Kawi.

Hakekat Meyadnya sesungguhnya  adalah  mengajarkan umat Hindu  agar tidak hanya berpikir tentang apa yang dapat diterima, tetapi juga menyadari akan  apa yang dapat dipersembahkan Kehadapan Ida SangHyang Widhi Wasa / Ida SangHyang Parama Wisesa, kepada sesama, kepada  leluhur, para guru, dan alam semesta.

*Oleh karena itu*, Marilah sebagai umat Hindu  untuk selalu  menjalankan Kewajiban suci dengan Meyadnya sebagai suatu persembahan tanpa terikat akan hasilnya, begitu pula dalam bekerja dan berbuat dengan semangat Yadnya berlandaskan  ketulusan hati. *Niscaya*, dengan demikian akan dapat  terkenadalinya rasa Ego   & dapat  Memperbanyak  melakukan Pelayanan  &  rasa Pengabdian menuju  Kedamaian lan Keharmonisan hidup nantinya.
 ( BG III.9)

*Mangku Gede Made Worda N*.
BINROH  Hindu TNI AU.

*Paruman Welaka PHDI DIY*

Sabtu, 20 Desember 2025

Bangun Keseimbangan di Dalam Diri

*Mutiara Weda*

21/12/ 2025


*Bangun Keseimbangan  di Dalam  Diri*


*Umat Sedharma*,  pemusatan dan Pengendalian Pikiran dari pengaruh  Indria / hawa nafsu  *Citta Vritti Nirodha* Menjadi Faktor penting  dalam menjalankan proses kehidupan di dunia ini -di alam samsara ini. 


Orang yang dapat mengendalikan  dirinya  dari pengaruh-pengaruh  Indria / hawa nafsunya bagaikan  binatang  Penyu  yang  sedang menarik seluruh  anggota badannya kedalam cangkangnya, 

Orang yang berprilaku seperti ini Sesungguhnya  Orang yang selalu stabil  &   seimbang di dalam dirinya  akan memiliki Keteguhan & kekuatan hati serta kuatnya   rasa  Syukhur & Angayubagya, tak akan terlalu  bersedih hati manakala disaat sedang  mendapatkan cobaan hidup begitu pula tak akan terlalu bergirang hati  disaat srdang  mendapatkan   keberuntungan dan rasa bahagia


*Oleh karena itu*, marilah sebagai umat Hindu Bangun Keseimbangan dalam diri, baik secara Lahir maupun bathin dengan jalan pusatkan dan Kendalikan pikiran dari pengaruh pengaruh  Indria  sehingga pikiran terpusat -*Citta Vrtti Nirodha* , terhindar dari  Cengkraman  unsur unsur  *Sad Ripu & Sapta Timira*, sehingga dapat  bersikap netral terhadap apa yang dialaminya. 

*Niscaya*, dengan demikian akan dapat terbangunnya kualitas umat Hindu yang memiliki kualitas Mental Rohani yang stabil &  kuat serta memiliki ketahanan Mental yang Prima  di dalam diri. 

(SS.II. 51-56) 


*Made Worda Negara*

BINROH  Hindu TNI AU.


 Penyiaran Hindu ( BPH) Pusat


Kamis, 04 September 2025

*SEKILAS TENTANG PURA VAIKUNTHA VYOMANTARA DI PANGKALAN TNI AU ADISUTJIPTO DI BUMI MAGUWO” YOGYAKARTA* Oleh : I Made Worda Negara (Paroh TNI AU)*Pendahuluan*Pura Vaikuntha Vyomantara di Pangkalan TNI AU Adisutjipto yogyakarta,dibangun diatas Lahan seluas + 5000 m2 ( 50 Are ) yang berlokasi di Pangkalan TNI AU Adisutjipto,Bantul, Yogyakarta yang bersebelahan dengan Museum Dirgantara Mandala TNI AU Yogyakarta. Dalam perawatan pura sehari-hari dilaksanakan oleh pembinaan mental TNI AU, bersama-sama dengan Paguyuban Umat Hindu Lanud Adisutjipto “Dharma Laksana” sebagai pengempon pura . Nama Pura “Vaikuntha Vyomantara” .Vaikuntha artinya Inkarnasi Shri Wisnu, yang diliputi oleh Maya, tanaman Suci atau Shri Wisnulah yang menyatukan ke-33 Dewa yang menjaga semesta alam.Vyomantara artinya Angkasa, Loka, Luhuring AcintyaJadi Vaikuntha Vyomantara artinya alam dimana dewa Wisnu mencapai kesempurnaan tertinggi, luhuring Acintya,pura angkasa yang penuh dengan tanaman suci dan tempat untuk mencapai ketenangan,kebijaksanaan dan pengetahuan suci ( kitab Suci Wisnu Purana )*Latar belakang*Pura Vaikuntha Vyomantara di lanud Adisutjipto Yogyakarta dibangun atas kebutuhan umat Hindu yang berdinas dan bertugas di Pangkalan TNI AU Adisutjipto Yogyakarta,di samping itu juga merupakan kebijakan dari pimpinan TNI Angkatan Udara untuk menyiapkan sarana tempat ibadah bagi prajurit TNI beserta keluarganya yang beragama Hindu dalam bentuk Pura, Mengingat di pangkalan TNI AU Adisutjipto belum Memiliki pura sebagai tempat untuk melakukan persembahyangan, Pembinaan Mental bagi Prajurit TNI AU beserta keluarganya, Karbol AAU,dan Siswa Sekolah penerbang khususnya yang beragama Hindu ,untuk itu sangat dibutuhkan adanya tempat Ibadah/pura.Pembangunan Pura vaikuntha VyomantaraPura Vaikuntha Vyomantara di Pangkalan TNI AU Adisujtipto Yogyakarta dirintis dan didirikan dalam waktu yang cukup Panjang mulai tahun 1997 sampai tepatnya 23 Mei 2007 dapat dilaksanakannya proses peletakan Batu Pertama berdirinya Pura vaikuntha Vyomantara Oleh komandan Pangkalan TNI AU Adisutjipto Marsma TNI Benyamin Dandel,S.IP selaku Komandan pangkalan TNI AU Adisutjipto. Pada acara Peletakan Batu pertama berdirinya pura Vaikuntha Vyomantara dihadiri oleh seluruh Pejabat dilingkungan Lanud Adisutjipto, PHDI DIY,PHDI Kabupaten dan Kota Se-DIY dan Peguyuban Umat Hindu lanud Adisutjipto “Dharma laksana” dan masyarakar Hindu sekitarnya. Pada kesempatan tersebut Marsma TNI Benyamin Dandel,SIP mengharapkan dengan dibangunnya Pura betul –betul dapat dimanfaatkan dan difungsikan dengan sebaik-baiknya Untuk melaksanaakan fungsi pembinaan mental ( Bintal ) bagi prajurit TNI AU beserta keluarganya,Para Karbol AAU,Siswa Sekolah penerbang khususnya yag beragama Hindu untuk dapat berperan dalam menyiapkan insan prajurit yang Sapta Marga, Pancasilais serta memiliki mental yang prima.Tahapan dalam pembangunan pura Vaikuntha Vyomantara.Tahapan dalam pembangunan pura Vaikuntha Vyomantara1. Kegiatanya diawali dengan membersihkan lokasi,Nyukat karang /Nyuciang Karang Oleh Ida Begawan Putra Manuaba dari Geriya kasihan, Bantul,Yogyakarta2. Pada hari Jumat,18 Mei 2007 rapat koordinasi dihadiri oleh Panitia,pada rapat tersebut dibahas proses dan langkah selanjutnya dalam pembangunan Pura meliputi ; persiapan Prosesi nunas Pancer/Batu untuk dasar Padmasana di Puncak Gunung Merapi , Nunas Tirta untuk Persiapan Nasarin, Peletakan Batu pertama serta Pelaksanaan pembangunan selanjutnya.3. Pada tanggal 15 Mei 2007 kunjungan dari kadiswatpers Mabes AU Marsma TNI Anggora beserta rombongan diterima Komandan Lanud Adisutjipto didampingi Mayor Sus Drs.Made worda Negara selaku perwira rohani dan Letkol PNB Nyoman Tri Santosa selaku Panitia)4. Pada hari Minggu 20 Mei 2007 dilaksanakan Nunas Pancer /Batu untuk dasar bangunan Pelinggih kepuncak gunung merapi di Daerah Kaliurang Kabupaten sleman yogyakarta,diawali mohon ijin ke Mbah Marijan juru kunci gunung Merapi .5. Dilanjutkan pada hari Rabu,23 Mei 2007 dilaksanakanlah upacara Peletakan Batu Pertama oleh Marsma TNI Benyamin Dandel,S.IP selaku Komandan Lanud Adisutjipto yang dihadiri oleh seluruh pejabat di Jajaran Pangkalan TNI Angkatan Udara,PHDI DIY,dan seluruh warga Paguyuban Dharma laksana dan Umat Hindu sekitarnya. Mulai saat inilah dilaksanankannya proses awal pembangunan pura diawali pondasi dan pagar bumi dilanjutkan menggali dasar pondasi padmasana dan bangunan pelinggih lainnya seperti :,bale pepelik,Taksu,Pengelurah,Tamansari.6. Pada Purnama kedasa tepatnya pada tanggal 9 april 2009 dilaksanakan upacara pemelaspasan/peresmian pura vaikuntha Vyomantara oleh Komandan lanud Adisutjipto Marsma TNI R. Hari Mulyono yang dihadiri oleh pejabat di jajaran Lanud Adisutjipto Yogyakata,PHDI DIY dan Kabupaten dan Kodya, Masyarakat Hindu DIY,Karbol Aau dan Siswa Seklah Penerbang Yang beragama Hindu.9. pada purnama Kedasa dijadikan hari Pawedalan Pura vaikuntha Vyomantara.10. Pada tanggal 17 Agustus 2010 di pura Vaikuntha Vyomantara dibentuklah wadah pemuda pura vaikuntha vyomantara, dengan nama “Yowana Dharma Laksana” anggotanya sebagian besar mahasiswa yang belajar di daerah Yogyakarta dari berbagai daerah, karena memang saat berdirinya pura dipadati oleh mahasiswa/generasi muda11. Pada bulan Pebruari 2010 dilanjutkan pembangunan Bale pendukung Bale Serba Guna yang berlokasi di Madya mandala sebagai tempat bale Pesandekan,Bale Gong,bale pesamuan/tempat pelaksanaan Pertemuan bagi umat hindu atau warga Paguyuban Dharma Laksana.12. Walaupun pura baru dibangun,kegiatan Persembahyangan/ Ibadah cukup padat yang dicanangkan oleh Pengempon pura; Perwira Rohani, Paguyuban Dharma Laksana dan Pemuda-Pemudi Yowana Dharma Laksana pada Hari – hari Besar agama Hindu seperti :a. Persembahyangan hari raya Galungan dilaksanakan pada pagi hari pkl.07.00 sampaiselesaib. Persembahyangan hari raya Kuningan dilaksanakan pada pagi hari pkl.07.00,c. Persembahyangan Hari raya Saraswati dilaksanakan pada pagi hari pkl.07.00 sampaiselesai,d. Persembahyangan hari raya Pagerwesi dilaksanakan pada pagi hari pkl.07.00sampai selesai,e. Persembahyangan hari raya Siwaratri dilaksanakan pada pkl.17.00 dilanjutkanmejagra di pura Vaikuntha Vvyomantra,f. Ibadah hari raya Nyepi dilaksanakan brata Penyepian di Pura Vaikuntha Vyomantarag. Persembahyangan hari raya Purnama dan Tilam pada pkl.17.00 sampai selesaih. hari raya Tumpek Landep dilaksanakan pagi hari pkl.08.00 sampai selesai dilanjutkan mantenin motor atau mobil bagi umat sedharma bantennya disiapkan oleh Pengempon Pura “Paguyuban Umat Hindu Lanud Adisutjipto “ Dharma laksana” dan Pemuda Pura “ Yowana Dharma laksana”.i. Setiap hari Minggu pagi,Pkl.07.30 Wib dilaksanakan Persembahyangan bersama umat Hindu dilanjutkan pembinaan rohaniDemikian sejarah singkat tentang Pura vaikuntha Vyomantara yang baru di bangun,walaupun pura baru di bangun, para pemedek sudah mulai berdatangan untuk rawuh tangkil ngaturang pangabakti baik Masyarakat Hindu yang berada di wilayah Yogyakarta maupun dari luar Yogyakarta seperti Jakarta,Banten,Bali dan lain-lain untuk melaksanakan persembahyangan dan Tirtayatra, Bagi Umat sedharma dimanapun berada yang akan pergi ke daerah Istimewa Yogyakarta untuk dapat tangkil ngaturang pangabhakti serta pura Masih dalam tarap Pembangunan. Bangunan yang belum dibangun meliputi : Utama Mandala : Kuri agung, Pesambyangan,Bale Pawedan,Gedong Simpen sedangkan di Madya mandala seperti : Bale pesamuan, Bale Kulkul,Dapur Suci dan di Nista Mandala: Kamar Mandi dan tempat parkir.Bagi Umat Sedharma yang akan medana punia dapat melalui Rekening Pura . BRI Cab.1385 KK AAU Adisutjipto No. Rek.1385-01-002035-50-7 An.Pura Vaikuntha Vyomantara AAU Yogyakarta.(Bp Made Worda Negara,0817460361,Bp.Wayan Polih,081903789624)

SEJARAH SINGKAT PURA VAIKUNTHA VYOMANTARA YOGYAKARTA

Selasa, 04 Juni 2024

Nilai Praksis & Nilai Dasar dalam Penerapan ajaran agama Hindu

*Mutiara Weda*
05 /06 /2024

*Nilai Praksis dan  Nilai Dasar dalam Penerapan  ajaran Hindu*

*Umat se dharma*,  dalam Pustaka suci ada menyebutkan ;
'Šrutistu vedo vijñeyo dharmaṡāstram tu vai smṛtiá
te sarvātheṣva mimāmsye tābhyāṁ dharmohi nirBabhau"

Artinya :
Yang dimaksud dengan Sruti adalah  Veda dan dengan Smrti adalah Dharmasastram, kedua  pustaka suci ini  tidak  boleh diragukan kebenaran ajarannya, karena keduanya sumber Dharma.

Hindu  yang Membumi dengan  kebhinekaan bukan berarti  memiliki kitab suci yang berbeda beda atau perbedaan yang tanpa Dasar atau  bukan pula   suatu kebebasan dan  perbedaan tanpa batas, melainkan kebhinekaan dengan sumber Dharma  *Sistacara*  maupun *Atamanastuti* sebagai *nilai praksisnya*  dengan pustaka suci Weda menjadi bingkainya atau *Nilai Dasarnya* baik  Weda Sruti  maupun Weda Smerthi dan  diyakini  sebagai suatu *kebenaran mutlak*. Demikian juga,  dasar keyakinan yaitu Panca Sradha  dan  pokok pokok ajarannya Tri Kerangka Ajaran   sebagai  pedoman dasarnya.

*Oleh karena itu*   sudah menjadi kewajiban bagi setiap umat Hindu untuk memantapkan kualitas  *Sradhanya* dengan pemahaman yang benar  terhadap  pokok pokok ajarannya  berfalsafahkan *Bhineka Tunggal Ika*,  berbeda suku, budaya, Desa, Kala ,Patra  *Sistacara* maupun *Atmanastuti*  sebagai sumbernya  dengan  tetap berlandaskan pada  pustaka  Suci Weda sebagai nilai Dasarnya.  Niscaya akan dapat terbangunnya Umat Hindu yang Damai, rukun dan Harmonis. ( MDS. II.10)

*Made Worda Negara*
BINROH  Hindu TNI AU.

Pinandita Sanggraha Nusantara
Daerah Istimewa Yogyakarta

Jumat, 12 April 2024

Konsep Kerukunan Dalam Hindu*

Jangan Menjadi Jadma Kesasar

*Mutiara Weda*

*Jangan Menjadi Jadma  Kesasar*

*Umat Sedharma*,  Dalam susastra ada tersurat bahwa Manakala  Mendapatkan  kesempatan lahir &  hidup menjelma menjadi manusia   ingkar akan pelaksanaan Dharma, dan justru  mengejar kenikmatan duniawi,   menumpuk segudang  kekayaan serta berbagai  kepuasan nafsu duniawi dengan  berhati tamak orang seperti ini disebut *Jadma  Kesasar* atau *manusia  Sesat*.

Sesungguhnya  hidup menjelma menjadi manusia sangatlah utama  suatu  kesempatan untuk memperbaiki /  membenahi diri,  demikian juga terlahir menjadi manusia sangatlah pendek, singkat tak ubahnya gerlapan sinarnya  kilat dan sangat sukar untuk didapat ataupun diperolehnya.

*Oleh karena itu*, sebagai umat Hindu jangan menjadi Jadma kesasar  dan jangan sia siakan kesempatan  lahir dalam menjalankan proses Samsara / reimkarnasi  serta pergunakan kesempatan   menjelma menjadi manusia dengan sebaik baiknya  yaitu   menjalankan dan menegakkan ajaran  Dharma *Sevaka Dharma* serta memancarkannya pada setiap umat manusia   *Dharma Vahini*.  Niscaya Umat Hindu akan mendapatkan kebahagiaan, baik di dunia  sekala maupun Niskala, Jagadhita lan Kamokhsan Nantinya.
(SS. 8 & 9)

*Made Worda Negara*
BINROH  Hindu TNI AU.

Pinandita Sanggraha Nusantara
Daerah Istimewa Yogyakarta

Tumpek Landep

*RAHAJENG HARI SUCI      TUMPEK LANDEP*

*Mutiara Weda*
03/ 06 / 2023

*Tumpek Landep*
_((Landeping Idep, Vak Lan Kaya)_

*Umat se-dharma*, pada Saniscara Kliwon Wuku Landep umat Hindu merayakan hari suci yang  disebut *Tumpek Landep*, sebagai wujud  rasa bhakti kehadapan Ida SangHyang Pasupati atas segala ciptaannya.  Mengasah ketajaman *Jnana*
( pikiran, logika dan ilmu pengetahuan)  Sebagai  spirit kemanusiaan, membangun kearifan  dalam memanfaatkan teknologi yang mengandung besi.

Umat Hindu berkeyakinan bahwa, peralatan yang digunakan untuk mengolah isi alam, harus tetap terjaga kesuciannya, sehingga selalu dapat digunakan dengan baik tanpa merusak alam atau menyakiti makhluk lainnya.

*Oleh karena itu*, sebagai umat Hindu selalu memegang teguh kebenaran  *Tri Permana Telu* dan bangun kesadaran sejati  dengan jalan mengasah ketajaman pikiran meningkatkan kecerdasan akal  _landeping Idep, Landeping Vak mwah Landeping Kaya_  dengan selalu berpegang teguh pada  isi kitab suci Weda secara utuh. Niscaya akan dapat terbangunnya kualiatas rohani umat Hindu sehingga memiliki keteguhan dalam menghadapi fluktuasi suka dan Duhka  di jaman Kaliyuga ini
*sama duhkha-sukham dhiram*
( Kitab Sundarigama )

*RAHAJENG HARI SUCI      TUMPEK LANDEP*

*Made Worda Negara*
BINROH  Hindu TNI AU.

Pinandita Sanggraha Nusantara
Daerah Istimewa Yogyakarta

Jangan Menjadi Jadma Kesasar

*Mutiara Weda*

*Jangan Menjadi Jadma  Kesasar*

*Umat Sedharma*,  Dalam susastra ada tersurat bahwa Manakala  Mendapatkan  kesempatan lahir &  hidup menjelma menjadi manusia   ingkar akan pelaksanaan Dharma, dan justru  mengejar kenikmatan duniawi,   menumpuk segudang  kekayaan serta berbagai  kepuasan nafsu duniawi dengan  berhati tamak orang seperti ini disebut *Jadma  Kesasar* atau *manusia  Sesat*.

Sesungguhnya  hidup menjelma menjadi manusia sangatlah utama  suatu  kesempatan untuk memperbaiki /  membenahi diri,  demikian juga terlahir menjadi manusia sangatlah pendek, singkat tak ubahnya gerlapan sinarnya  kilat dan sangat sukar untuk didapat ataupun diperolehnya.

*Oleh karena itu*, sebagai umat Hindu jangan menjadi Jadma kesasar  dan jangan sia siakan kesempatan  lahir dalam menjalankan proses Samsara / reimkarnasi  serta pergunakan kesempatan   menjelma menjadi manusia dengan sebaik baiknya  yaitu   menjalankan dan menegakkan ajaran  Dharma *Sevaka Dharma* serta memancarkannya pada setiap umat manusia   *Dharma Vahini*.  Niscaya Umat Hindu akan mendapatkan kebahagiaan, baik di dunia  sekala maupun Niskala, Jagadhita lan Kamokhsan Nantinya.
(SS. 8 & 9)

*Made Worda Negara*
BINROH  Hindu TNI AU.

Pinandita Sanggraha Nusantara
Daerah Istimewa Yogyakarta

Sumber Dharma

*Mutiara Weda*

*Sumber sumber Dharma Pijakan bagi Umat Hindu*

*Umat sedharma*, dalam pustaka suci weda ada menguraikan : *Idanim dharma pramananyaha, wedo khilo dharmamulam....dst*,  seluruh Pustaka suci Weda adalah sumber Dharma kemudian  adat isiadat, dan tingkah laku yang terpuji dari orang orang bijak yang mendalami ajaran Weda dan juga tata cara kehidupan orang orang suci dan akhirnya menuju kepuasan diri pribadi *Atmanastuti*.

Orang yang mengikuti hukum agama dengan   sumber sumber Dharmanya   sebagaimana yang diajarkan oleh  pustaka suci Weda ;  Sruti, Smerthi, Sila ,Sistacara dan Atmanastuti menjadi  Pijakannya dalam beragama  akan mendapatkan kemuliaan  serta  kebahagiaan yang tak terbatas .

*Oleh karena itu*, sebagai umat  Hindu  sudah menjadi kewajiban  untuk mempelajari dan menjalankan sumber sumber Dharma serta   hukum hukum agama  *widwidbhih sawitah sadbhir* sehingga menampilkan pribadi umat Hindu yang bijak serta  terhindar dari rasa Benci. *Niscaya*,  umat sedharma akan memiliki dasar  keyakinan yang kuat, kokoh dan dalam berbuat / bekerja tidak semata mata karena hasil atau pahala menjadi motifnya  *Bhakti marga*.
(MDS. II.6)

*Made Worda Negara*
BINROH  Hindu TNI AU.

Pinandita Sanggraha Nusantara
Daerah Istimewa Yogyakarta

Kamis, 11 April 2024

Cakra Dharma

*Mutiara Weda*
12 / 04 / 2024

*Cakra Dharma*

*Umat sedharma* , sifat melayani akan nilai nilai Dharma *Dharma Sevanam*  merupakan bagian dari ethos  kerja atau  Karma baik  *Subha Karma*  sesuai  ajaran Ethika Hindu. Sifat  melayani  terhadap nilai kebajikan pada sesama *Dharma Sevanam*   akan dapat terbangunnya kesucian diri serta menjadi pondasi dasar  dalam mengarungi  kehidupan bagi setiap  umat Hindu.

Dari kesucian akan mendapatkan kemuliaan, dengan kemuliaan  akan mendapatkan kehormatan dan dengan kehormatan pula  akan dapat memperoleh kebenaran atau *Satya*.

*Oleh karena itu*, sebagai umat Hindu Membangun  kesucian dalam diri, baik lahir maupun bathin *Dharma Sevanam* menjadi suatu keharusan
serta  mengedepankan sifat  *Tresna asih* sesuai ajaran *Tri Parartha* yaitu :'  Asih,  Punia dan  Bhakti.  *Niscaya*,  kesucian bathin akan dapat terbangun sehingga berputarnya  *Cakra Dharma* secara  sinergis / seimbang   Satyam, Sivam dan Sundaram  menuju kebahagiaan nantinya.  (Yajur Veda, 19.30)

*Made Worda Negara*
BINROH  Hindu TNI AU.

Pinandita Sanggraha Nusantara
( PSN ) Pusat





Hidup dalam rwa bhineda

*Mutiara Weda*
Yogyakarta, 07  /01/ 2024

*Hidup dalam Rwa  Bhineda*

*Umat Se-dharma*, jika direnungkan,  nasib atau takdir yang dialami  oleh setiap umat manusia sebagai pertanda  bahwa  ada yang lebih tinggi  yang  mengatur segalanya yaitu Ida SangHyang Widhi Wasa. Demikian pula  dalam menjalani kehidupan dalam suka maupun Duka  *Rwa Bhineda*   yang dialami  akan selalu berdampingan  dan  datangnyapun  silih berganti.

Kedukaan  datang setelah kesukaan ,  Kesukaan mengikuti Kedukaan dan semua makhluk hidup mengalami perputaran siklus *suka* maupun  *duka* dan  ini  sudah menjadi hukum Rta /kodrat alam bahwa seberapa yang kita berikan sedemikian pula yang akan kita terima,apa yang dipinjam itu pulalah yang dikembalikan, tatkala kita menyakiti orang lain,  kitapun akan disakiti oleh orang lain.

*Oleh karena itu*, sebagai umat Hindu  untuk selalu  menempatkan nilai nilai kebajikan sebagai Benteng dalam diri untuk mendapatkan Karma Baik *Subha Karma*  melalui  *Tapa* pengekangan atau pengendalian diri dan selalu mendekatkan diri kehadapan Ida SangHyang Widhi Wasa *Yoga* dengan landasan *Dharma*. Niscaya akan selalu berada dalam jalan kebajikan untuk menuju tujuan dari kehidupan yaitu Karma Baik *Subha Karma*
(Slokantara 84.hal.297-299)

*Made Worda Negara*
BINROH  Hindu TNI AU.

Pinandita Sanggraha Nusantara
( PSN) Pusat

Kesadaran

Mutiara Weda
Yogyakarta, 09/01/2024

Kesadaran.

*Umat sedharma*,
dalam susstra ada mengubgkapkan ; 
Agne tapas tapyamahe,
upa tapyamahe tapah ;
 kesadarn dan kemampuan untuk mengekang seluruh Indrya akan menghadilkan pengetahuan rohani.

Membangun sifat kedewataan dengan menghapus niat buruk menjadi suatu keharusan.

*Oleh karena itu*, sebagai umat Hindu.

Membangun kekuatan kedewataan dengan menyelarskan dan  menserasikan  antara kepala dan hati  sehingga terbangunnya padma Hrdaya. Niscaya 

( Atarvaveda VII.63.2)

Made Worda Negara*
BINROH  Hindu TNI AU.

Pinandita Sanggraha Nusantara
( PSN) Pusat

Sradha sebagai Landasan

*Mutiara Weda*
Yogyakarta, 08  /01/  2024

*Sradha  sebagai landasan menuju Sanatana Dharma*

*Umat Se-dharma*, Kesucian bathin  itu  akan dapat terwujud  manakala memiliki kemampuan untuk mengintrospeksi &  mengendalikan Diri, demikian pula  dengan Kesucian diri  akan dapat   membangun *Kedamaian &  keharmonisan* dalam kehidupan, yang selanjutnya  dengan  *Keyakinan spiritual* akan dapat mewujudkan  Kebenaran sejati *Sanatana Dharma*.

Hakekat kebenaran sesungguhnya  merupakan hukum yang abadi atau  hukum Rta  ataupun Hukum Karma dengan landasan kejujuran di dalam mensinergiskan pikiran, perkataan dan perbuatan *Tri Kaya Sandhi*

*Oleh karena itu* sebagai umat Hindu marilah kita bangun Kesucian diri dengan  Pengendalian Indrya sehingga dapat menghindarkan diri dari balutan kegelapan pikiran  *Sapta Timira*  serta tidak menjerumuskan diri ataupun membunuh diri dengan melakukan perbuatan melanggar norma norma agama. Niscaya *Cakra Dharma* akan berputar secara Sinergis   *satyam*, *Sivam* dan *Sundaram* dalam  menata tatanan kehidupan  yang  *Damai*, *rukun* dan *Harmonis*, *Manah Santih* maupun *Parama Santih*.
(Yajur Veda.19.30)

*Made Worda Negara*
BINROH  Hindu TNI AU.

Pinandita Sanggraha Nusantara
( PSN) Pusat

Bangun Soliditas umat Hindu

*Mutiara Weda*
10 /01/2024

*Bangun Soliditas  umat Hindu*

*Umat Sedharma*, dalam pustaka suci Weda ada mengungkapkan ;   Wahai Umat Manusia Berhimpunlah, duduklah bersama sama, pikirkan  bersama sama   dan rumuskan  sesuatu  untuk tujuan bersama,  mengajarkan kepada kita umat sedharma untuk selalu  bersinergis dan bersatu  guna mencapai tujuan bersama.  *Sahrdayam sammanasyam, avidvesam krnomi vah...dst*   Ida SangHyang Widhi  Wasa memberikan  sifat sifat ketulusikhlasan, mentalitas atau kejiwaan yang sama dan perasaan bersahabat yang tanpa kebencian seperti halnya  induk sapi yang mencintai anaknya begitulah seharusnya tat kala kita membangun persahabatan dalam persatuan.

Rasa persatuan akan dapat dibangun dan tumbuh  manakala terwujudnya keserasian, sinergisitas , kebersamaan terutama dalam pikiran.  Bila pikiran sinergis akan tumbuh dan berkembangnya cinta kasih serta terbangunnya persatuan Umat Hindu .

*Oleh karena itu*, sebagai umat Hindu mari  bangun kebersamaan & Persatuan, bersinergi satu sama lainnya,   satupun pikiran, satukan tujuan serta bangun keserasian  *sam vo manamsi sam vrata*. Niscaya dengan Keserasian akan dapat terbangunnya kerukunan menuju Persatuan *Medharma santi*  nantinya.
(Reg Veda X.191.2)

*Made Worda Negara*
BINROH  Hindu TNI AU.

Pinandita Sanggraha Nusantara
( PSN ) Pusat

Siwaratri


*Rahajeng hari suci Siwaratri*

*Mutiara Weda*
09 /01/2024

*Siwaratri Media Introspeksi Diri*

*Umat se-dharma*,  Dalam ajaran agama Hindu proses kehidupan yang selalu berputar  putar / berulang ulang  lahir (utpeti) hidup (sthiti) dan mati (pralina) tiada henti di sebut Samsara - Punarbhawa. Punarbhawa  pada dasarnya  adalah suatu  penderitaan.  menderita disebabkan karena Dosa.

Hidup dalam alam Samsara / punarbhawa ibarat seperti ulat ataupun lintah yang berjalan pada seuntai dedaunan, yang setelah mencapai ujungnya, akan melekukan badannya kearah batang baru, demikian juga halnya sang atman setelah meninggalkan badan kasar /badan wadag akan melekukan badannya kedalam tubuh yang lain  atau yang baru dengan disertai karma wesana sebagai pengikutnya setianya.

*Oleh karena itu*, Marilah sebagai umat  dalam perayaan   hari  suci  Siwaratri mengevaluasi,  mengintrospeksi dan mengendalikan diri serta menyadari bahwa  sesungguhnya   samsara Punarbhawa itu terjadi akibat dari pahala atau karma yang belum sempurna semasa manusia hidup dan ketidaksempurnaan  karma bersumber pada unsur *maya*,  lepaskan diri dari samsara dengan penguatan pada pengendalian Indria. *Niscaya*  akan   tercapainya tingkatan pengetahuan yang sejati /*Jnana*  sebagai jalan menuju alam kedamaian /  kamoksan.
(Brhadaranyaka Upanisad, IV.4.6)

*Made Worda Negara*
BINROH  Hindu TNI AU.

Pinandita Sanggraha Nusantara
( PSN) Pusat

Nastika

*Mutiara Weda*
29/10/2021

*Nastika* : ikatan Samsara

*Umat se-dharma*, dalam susastra ada mengungkapkan ; *apramanyam ca vedanam sastranam ca tilanghanam* ;
orang yang kurang yakin akan kebenaran Weda, begitu pula  tidak mentaati  ajaran Dharmasastra serta tidak mengikuti dan menjalankan ketentuan ajaran Dharma  dikenal dengan nama Nastika, orang seperti ini tak  akan dapat terhindar dari  balutan samsara punarbhawa / reinkarnasi  atau kelahiran yang berulang ulang sesuai Karma Wesananya.

Orang yang berada dalam golongan Nastika, ibaratkan manusia hidup tanpa kepala, sama halnya dengan orang yang berkeadaan mati tiada gunanya,  cenderung tidak menjalankan swadharmanya atau tanpa perbuatan  *Niskriya* dan tidak mentaati ,  menjalankan petunjuk serta nasehat ajaran Dharma   *Upadesa* .

*Oleh karena itu*,  sebagai umat Hindu  wajib untuk yakin akan kebenaran Pustaka Suci Weda sebagai pegangan, pedoman dan tuntunan hidup,  jadikan ilmu pengetahuan suci sebagai obor atau penerang dalam mengarungi kehidupan ,selalu rendah hati ibaratkan   lampu dalam periuk tersimpan didalam hati. Nscaya, akan selalu berada dalam jalan Dharma dan terhindar dari malapetaka atau neraka *maharorawa*.
(SS.113-116 & Slokantara 29.63)

*Made Worda Negara*
BINROH  Hindu TNI AU.

Pesantian Widya Sabha Sasmitha-Yogyakarta .

Indrya Mat : Mata Nafsu

*Mutiara Weda*
Yogyakarta, 11 / 01 /2024

*Indrya Mata : Mata Nafsu*

*Umat se-dharma*,  menjelma menjadi manusia di alam maya pada ini penuh dengan  permasalahan,  cobaan & godaan yang  disebabkan oleh  Kegelapan pikiran *Bhaksa Bhuana*  akibat dari  ketidakmampuan menjaga dan mengolahnya.

Kegelapan  pikiran itulah, yang mempunyai *indrya mata* yang disebut  *mata  nafsu*. Pikiran yang bermata-nafsu tidak mampu melihat kenyataan hidup yang sebenarnya sehingga cenderung  menggunakan   *KeAkuan* Sebagai  jalan penyelesaiannya.

*Oleh karena  itu*  sebagai umat Hindu Hilangkan  kekotoran & kegelapan pikiran dengan jalan  mantapkan pengetahuan  rohani  *Jnana* dan tingkatkan  Pengetahuan ttg kehidupan *Vidya* serta   mengingatkan  pikiran yang selalu  akan dibayang bayangi   kegelapan. Niscaya seluruh Indria akan dapat terkelola,  terkontrol dan terkendali.
(Vrti sasana II b.78 /1)

*Made Worda Negara*
BINROH  Hindu TNI AU.

Pinandita Sanggraha Nusantara
( PSN ) Pusat


Nastika

*Mutiara Weda*
29/10/2021

*Nastika* : ikatan Samsara

*Umat se-dharma*, dalam susastra ada mengungkapkan ; *apramanyam ca vedanam sastranam ca tilanghanam* ;
orang yang kurang yakin akan kebenaran Weda, begitu pula  tidak mentaati  ajaran Dharmasastra serta tidak mengikuti dan menjalankan ketentuan ajaran Dharma  dikenal dengan nama Nastika, orang seperti ini tak  akan dapat terhindar dari  balutan samsara punarbhawa / reinkarnasi  atau kelahiran yang berulang ulang sesuai Karma Wesananya.

Orang yang berada dalam golongan Nastika, ibaratkan manusia hidup tanpa kepala, sama halnya dengan orang yang berkeadaan mati tiada gunanya,  cenderung tidak menjalankan swadharmanya atau tanpa perbuatan  *Niskriya* dan tidak mentaati ,  menjalankan petunjuk serta nasehat ajaran Dharma   *Upadesa* .

*Oleh karena itu*,  sebagai umat Hindu  wajib untuk yakin akan kebenaran Pustaka Suci Weda sebagai pegangan, pedoman dan tuntunan hidup,  jadikan ilmu pengetahuan suci sebagai obor atau penerang dalam mengarungi kehidupan ,selalu rendah hati ibaratkan   lampu dalam periuk tersimpan didalam hati. Nscaya, akan selalu berada dalam jalan Dharma dan terhindar dari malapetaka atau neraka *maharorawa*.
(SS.113-116 & Slokantara 29.63)

*Made Worda Negara*
BINROH  Hindu TNI AU.

Pesantian Widya Sabha Sasmitha-Yogyakarta .

Bangkitkan Bhusana dalam Diri